Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Agenda Terakhir Jenderal Listyo Sigit Sebelum Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo: Bahas Patriotisme

Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya patriotisme dan pencak silat dalam membentuk generasi muda di Rakernas Tapak Suci.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Agenda Terakhir Jenderal Listyo Sigit Sebelum Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo: Bahas Patriotisme
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Mantan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sempat menyinggung semangat bela negara dan patriotisme dalam agenda terakhirnya yang diunggah sebelum menjadi tersangka kasus dugaan penyadapan Presiden.

Dalam agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah Periode 2026–2031 yang digelar di Auditorium Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada 1 November 2026, Listyo mengajak para pendekar untuk berbakti kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjadi patriot pembela bangsa.

“Apakah saudara-saudara siap berbakti untuk NKRI? Apakah saudara-saudara siap menjadi patriot pembela bangsa?” ujar Listyo dalam sambutannya, dikutip dari laman Instagram resmi KSP, Rabu (4/11).

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI).

Listyo menekankan bahwa pencak silat tidak hanya menjadi warisan budaya bangsa, tetapi juga sarana membentuk generasi muda yang memiliki jiwa patriotisme, cinta tanah air, integritas, dan keunggulan.

“Dari Tapak Suci ini mampu mendorong Indonesia memiliki generasi yang memiliki jiwa patriot, cinta tanah air, integritas, dan unggul,” katanya.

Selain prestasi olahraga, Listyo menyoroti peran para pendekar dalam memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia. Ia menyebut Tapak Suci telah berkembang hingga 24 negara dan berpotensi menjadi duta bangsa untuk mempererat hubungan antarnegara sekaligus mengharumkan nama Indonesia.

“Tugas kita bersama selain kita terus mempererat hubungan antarbangsa, bagaimana mengharumkan Indonesia di mata dunia dengan nilai-nilai pencak silat yang didominasi oleh rekan-rekan dari Tapak Suci,” pungkasnya.

Setelah agenda itu, Bareskrim Polri menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus dugaan ilegal akses dan penyadapan nomor telepon Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pihak lainnya.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.