Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Tim Patriot Unair Latih Peternak Ayam di Sulteng agar Produksi Telur Naik

Tim Ekspedisi Patriot UNAIR latih peternak ayam di Parigi Moutong untuk meningkatkan kesehatan ayam dan produksi telur melalui biosekuriti dan manajemen kandang

Detik 2 menit baca 0 komentar
Tim Patriot Unair Latih Peternak Ayam di Sulteng agar Produksi Telur Naik
Foto: Detik

Jakarta -

Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (UNAIR) memberikan pelatihan kepada peternak ayam di sejumlah desa di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan warga tentang cara beternak ayam petelur yang lebih sehat agar angka kematian ayam dapat ditekan dan produksi telur meningkat.

Warga Desa Tinombala Jaya, Kecamatan Ongka Malino, Akbar Kurniati, turut merasakan langsung manfaat pelatihan tersebut.

"Programnya sangat inovatif dan ramah lingkungan sehingga kami bisa memanfaatkan alam sekitar yang sudah tersedia untuk ayam-ayam agar lebih sehat, mendapatkan ilmu mengenai manajemen usaha, biosekuriti, dan sanitasi kandang," ujar Akbar dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2026).

Biosekuriti adalah cara menjaga ayam dan kandang tetap bersih serta bebas penyakit.

Manfaat serupa juga dirasakan oleh peternak asal Tinombala Jaya, Agus Suseno. Ia kini memahami cara mengelola kandang, pakan, kebersihan, dan kesehatan ayam, serta mencatat usaha ternaknya.

Dalam pelatihan tersebut, tim menyoroti tiga aspek utama dalam beternak ayam petelur, yakni pemilihan bibit unggul, pemberian pakan, dan manajemen kandang. Peserta juga dibekali pengetahuan tentang penerapan biosekuriti sederhana, mulai dari memisahkan ayam yang sakit, mengelompokkan ayam berdasarkan umur, membersihkan tempat pakan, hingga membatasi akses orang luar ke kandang.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot UNAIR di Parigi Moutong, Dr. Emy Koestanti Sabdoningrum, mendorong terbentuknya kelompok ternak unggas di setiap desa sebagai wadah resmi penyaluran bantuan pemerintah ke depannya.

Kepala Desa Tinombala Jaya, Samsuri, dan Kepala Desa Tinombala Sejati, Mudawam, turut menyambut baik program ini. Hal ini dikarenakan masih banyak warga yang belum memahami cara memelihara dan mencegah penyakit ayam dengan benar.

Langkah tersebut sejalan dengan target swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto, yang menyebut Indonesia sudah mencapai swasembada protein dari daging ayam.

"Pada dasarnya untuk protein kita sudah swasembada, yaitu protein dari ikan, protein dari telur, protein dari daging ayam," kata Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/8).

Senada dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan kawasan transmigrasi kini diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

"Paradigmanya menjadi bagaimana membangun kawasan-kawasan tersebut sehingga menjadi daya tarik bagi perpindahan penduduk, investasi, dan juga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata AHY, Selasa (29/7).

Terpisah, dalam Rapat Kerja Ketransmigrasian di Denpasar, Bali, Senin (28/7) lalu, Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, berharap warga transmigrasi tidak hanya jadi pekerja, tapi juga pemilik usaha.

"Transmigran tidak hanya pekerja, mereka akan menjadi pemilik, bermitra setara dengan swasta," ungkap Iftitah.

(akn/ega)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.