Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Andre Rosiade Perjuangkan Jalan Payakumbuh-Batusangkar Mulus pada 2027

Andre Rosiade kawal Rp 93,2 miliar untuk perbaikan jalan di Tanah Datar. Lima paket pekerjaan IJD diharapkan tingkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat.

Detik 4 menit baca 0 komentar
Andre Rosiade Perjuangkan Jalan Payakumbuh-Batusangkar Mulus pada 2027
Foto: Detik

Jakarta -

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade menginstruksikan lima paket pekerjaan di Kabupaten Tanah Datar sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD). Program tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat perbaikan jalan kabupaten dan jalan provinsi yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat.

Kabar itu disampaikan Andre saat meninjau lokasi pekerjaan IJD bersama Bupati Tanah Datar Eka Putra, Wakil Bupati Ahmad Fadly, dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Elsa Friandi Putra.

Andre mengatakan, alokasi IJD tersebut tidak terlepas dari kegigihan pemerintah setempat yang terus berkoordinasi dengannya dan pemerintah pusat demi memperbaiki infrastruktur di Tanah Datar.

"Alhamdulillah, Bupati Tanah Datar Eka Putra sudah berjuang keras. Jalan-jalan di Tanah Datar, baik jalan provinsi maupun jalan kabupaten, berhasil mendapatkan lima paket IJD dengan total sekitar Rp93 miliar," kata Andre dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).

Menurut Andre, sejumlah jalan rusak yang selama ini menjadi sorotan masyarakat merupakan jalan provinsi. Karena itu, penanganannya membutuhkan koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

"Jalan-jalan rusak di Kabupaten Tanah Datar yang viral itu rata-rata jalan provinsi, bukan tanggung jawab Pak Bupati semata. Tetapi Bupati dan saya bersama jajaran terkait terus berjuang. Alhamdulillah, jalan-jalan yang menjadi perhatian masyarakat itu tahun ini masuk dalam program IJD 2026," ujar Andre.

Ia juga berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta jajaran Kementerian PU dan BPJN Sumbar yang memberi perhatian pada pembangunan infrastruktur di Sumbar.

Andre menyebut sejumlah ruas yang masuk program perbaikan itu, yakni Payakumbuh-Sitangkai, Sitangkai-Guguk Cino, Guguk Cino-Batusangkar, Simpang Baso-Piladang, Simpang Bukit Gombak-Simpang Piliang, serta Batusangkar-Simpuruik-Sungayang.

"Jadi nanti tahun 2027, jalan dari Payakumbuh sampai ke Batusangkar itu insya Allah mulus. Ini tentu akan sangat membantu masyarakat, memperlancar mobilitas, dan meningkatkan konektivitas antarwilayah," jelas Andre.

Ruas Simpang Baso-Piladang, lanjutnya, mendapat perhatian khusus karena menjadi akses menuju kawasan Sekolah Rakyat. Perbaikan jalan tersebut diharapkan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan akses ke fasilitas pendidikan.

Saat ini, pekerjaan IJD 2026 di Tanah Datar memasuki proses pemilihan penyedia. Pelaksanaan ditargetkan dimulai pada awal Desember 2026, dengan catatan perizinan yang diperlukan telah terbit.

Upaya memperbaiki jalan di Tanah Datar, kata Andre, tidak berhenti pada IJD 2026. Bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, ia telah menyiapkan sejumlah usulan lanjutan untuk program IJD 2027.

Tiga prioritas dalam usulan itu adalah ruas Batusangkar-Ombilin, Kubu Karambia-Batusangkar, serta pembangunan jalan alternatif untuk mengurai kemacetan di kawasan Koto Baru. Khusus ruas Batusangkar-Ombilin, usulan penanganannya sudah disampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum.

Untuk mengatasi kemacetan di Koto Baru, Pemkab menyiapkan rencana pembangunan jalan alternatif dua jalur. Pembebasan lahannya kini berjalan dengan dana APBD Kabupaten Tanah Datar. Jalan alternatif itu diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas, terutama kendaraan dari arah Padang menuju Koto Baru dan sebaliknya.

"Pembebasan lahannya sedang berproses menggunakan APBD Tanah Datar. Insyaallah, setelah pembebasan lahan selesai, akan kita usulkan melalui IJD 2027 agar kemacetan di Koto Baru bisa terurai," tutur Andre.

Andre menilai program ini menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, DPR RI, dan pemerintah pusat untuk menghasilkan dukungan konkret bagi pembangunan daerah.

Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan, kondisi jalan di tujuh pintu masuk menuju Tanah Datar sebelumnya membutuhkan penanganan serius. Pemkab kemudian berkoordinasi dengan Andre untuk menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah pusat.

Menurut Eka, aspirasi itu diteruskan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan dilaporkan kepada Presiden Prabowo hingga mendapat respons positif.

"Alhamdulillah, perjuangan itu mendapat respons. Kami bersama masyarakat Tanah Datar mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah banyak membantu Kabupaten Tanah Datar," kata Eka.

Eka berharap perhatian pemerintah pusat terhadap infrastruktur di Tanah Datar terus berlanjut sehingga kondisi jalan semakin baik, konektivitas meningkat, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat terdorong.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Elsa Friandi Putra, yang akrab disapa Andi, membenarkan bahwa lima paket pekerjaan IJD di Tanah Datar kini memasuki tahap pemilihan penyedia.

"Seperti yang disampaikan Pak Andre dan Pak Eka, tahun ini kita akan melaksanakan lima kegiatan di Tanah Datar. Jalan kabupaten dan jalan provinsi ini sedang dalam proses pemilihan penyedia. Insyaallah, kalau izinnya keluar, awal Desember sudah mulai pekerjaan," ujar Andi.

Andi menambahkan, pekerjaan akan memanfaatkan trase atau jalur jalan yang sudah ada. Dengan demikian, kebutuhan pembebasan lahan diharapkan tidak terlalu signifikan. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga akan terus dilakukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan proyek.

(ega/ega)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.