Banjir merendam permukiman warga di Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara, sejak Rabu (28/10) malam. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 3 meter pada Kamis (29/10) dini hari.
Pantauan kumparan di lokasi, Kamis (29/10), menunjukkan air masih menggenangi permukiman warga. Sejumlah warga bahkan terpaksa berenang untuk keluar dari rumah mereka.
Kepala Lingkungan 4, Adnan, mengatakan banjir terjadi setelah Sungai Deli meluap dan air mulai merendam rumah warga dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter. Ketinggian air kemudian terus meningkat hingga mencapai sekitar 3 meter pada pukul 03.00 WIB.
"Naiknya yang paling cepat itu sekitar jam 03.00 WIB, itu kencang banget. Jam 03.00 pagi itu mulai naik kencang. Sampai kalau dari depan masjid itu sekitar 3 meter lah," kata Adnan saat ditemui di lokasi, Kamis (29/10).
Akibat banjir tersebut, sejumlah warga terpaksa mengungsi ke atap rumah untuk menyelamatkan diri. Adnan menyebut sekitar 250 kepala keluarga (KK) terdampak banjir.
"Kalau warga yang tinggal di sini yang terdampak banjir 250 KK," ujar Adnan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mendatangi lokasi untuk membantu proses evakuasi warga. Sementara itu, ketinggian air mulai berangsur surut sekitar 1 meter, sehingga masih tersisa sekitar 2 meter di sejumlah titik.
"Sekarang sudah mulai surut ada 1 meter lah. Berarti tinggal sekitar 2 meter," ucap Adnan.
Adnan mengatakan Kampung Aur telah lama menjadi langganan banjir. Ia berharap persoalan tersebut dapat segera ditangani agar warga tidak terus-menerus terdampak banjir.
Menurutnya, kondisi wilayah yang berada di dataran rendah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan permukiman warga mudah terendam. Ia juga berharap ada solusi dari pihak pengembang untuk merelokasi warga.
"Dataran di sini rendah, imbasnya ke warga juga. Tapi, jalan satu-satunya kalau memang ada pihak developer mau ambil, ambil, dia pindahkan masyarakat," pungkas Adnan.