Jakarta -
Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui sambungan telepon. Keduanya membahas situasi terkini di Timur Tengah (Timteng).
Lanjutkan dari posisi terakhir
Percakapan itu terjadi di tengah meningkatnya tensi hubungan Iran dan AS. AS dan Israel dilaporkan telah bersiap melancarkan serangan terbaru ke wilayah Iran
Jakarta -
Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui sambungan telepon. Keduanya membahas situasi terkini di Timur Tengah (Timteng).
Percakapan itu terjadi di tengah meningkatnya tensi hubungan Iran dan Amerika Serikat (AS). AS dan Israel dilaporkan telah bersiap untuk melancarkan serangan terbaru ke wilayah Iran.
Kantor berita Iran, IRNA, melaporkan diskusi telepon Mohsen dan Putin merupakan komunikasi lanjutan usai pertemuan kedua petinggi negara itu. Mohsen dan Putin terlibat pembicaraan mengenai eskalasi di Timteng.
"Sebagai bagian dari konsultasi tingkat tinggi antara Iran dan Rusia, serta menyusul pertemuan-pertemuan terkini antara para pejabat senior kedua negara, Jenderal Mohsen Rezaei-sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran-dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas situasi terkini... di Timur Tengah melalui percakapan telepon," bunyi laporan IRNA dilansir AFP, Senin (2/11/2026).
Dilansir Al Jazeera, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran kini telah siap untuk menghadapi semua bentuk serangan dari AS. Dia menegaskan negaranya telah siap menempuh jalur diplomasi maupun menghadapi konfrotasi militer.
Dalam keterangannya kepada kantor berita IRNA di Ashgabat, Turkmenistan, Araghchi mengatakan bahwa konsultasi melalui pihak penengah, Qatar dan Pakistan, sedang diintensifkan, dengan Teheran telah mengajukan proposalnya.
"Segala sesuatunya bergantung pada rasionalitas politik Washington," ujarnya.
Araghchi juga menyebutkan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada kesediaan Washington untuk menerima syarat-syarat yang diajukan Teheran.
"Dengan menerima syarat-syarat tersebut, Selat Hormuz akan dibuka kembali dan negosiasi akan dilanjutkan. Jika tidak, situasi saat ini akan terus berlanjut dan Iran tidak akan tunduk," tegasnya.
Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump melakukan percakapan telepon terbaru dengan PM Israel Benjamin Netanyahu pada akhir pekan. Netanyahu dilaporkan berupaya membujuk Trump untuk melancarkan serangan terhadap Iran setelah pemilu sela AS selesai digelar pada 3 November.
Laporan media AS, Axios, yang mengutip sumber pejabat AS dan pejabat Israel, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (2/11), menyebutkan bahwa percakapan telepon itu membahas soal kapan dan apakah kedua negara yang bersekutu itu akan meningkatkan operasi tempur terhadap Teheran.
Menurut laporan Axios, kedua pemimpin membahas status negosiasi dengan Iran dalam percakapan telepon pada Sabtu (31/10) waktu setempat, dengan Netanyahu mendesak Trump untuk melancarkan serangan terhadap Iran segera setelah pemilu sela AS selesai digelar.
(ygs/rfs)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.