WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mulai menarik diplomat serta anggota keluarga mereka dari sejumlah negara di Timur Tengah, di tengah meningkatnya ancaman serangan yang dikaitkan dengan Iran dan kelompok Houthi Yaman. Langkah pengamanan ini dilakukan saat intelijen AS memperingatkan potensi serangan mematikan terhadap personel militer maupun warga Amerika di luar negeri.
Departemen Luar Negeri (Deplu) AS pada 21 Oktober memerintahkan pegawai pemerintah non-darurat beserta anggota keluarga mereka untuk meninggalkan kantor misi diplomatik di Arab Saudi. Washington juga berencana menarik anggota keluarga dari sejumlah misi diplomatik lainnya di kawasan Timur Tengah.
Direktur Intelijen Nasional AS Jay Clayton mengungkap peningkatan upaya Iran untuk menargetkan personel AS. Dalam memo kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio tertanggal 23 Oktober, Clayton menyebut ancaman terhadap warga AS telah mencapai tahap lanjut.