WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim pengiriman minyak melalui Selat Hormuz meningkat dibandingkan sebelum perang melawan Iran dimulai. Sementara itu, Iran masih menyerang kapal tanker minyak maupun kapal kargo yang melintasi jalur perairan strategis tersebut tanpa seizinnya.
Trump tidak memberikan angka pasti mengenai peningkatan lalu lintas minyak di Selat Hormuz. Klaim tersebut muncul di tengah ketegangan AS dan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.
Di saat bersamaan, Trump kembali mengancam akan menyerang Iran pada Minggu (25/10/2026) waktu AS jika kedua negara gagal mencapai kesepakatan.