Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Atap Rumah di Bantul Jebol Tertimpa Bongkahan Es Meski Tak Hujan, Ini Kata BMKG

Bongkahan es berukuran besar jatuh di atap rumah salah satu warga Jodog, Gilangharjo, Pandak, Bantul, DIY. Atap rumah itu pun jebol.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Atap Rumah di Bantul Jebol Tertimpa Bongkahan Es Meski Tak Hujan, Ini Kata BMKG
Foto: Detik

Bantul -

Bongkahan es berukuran besar jatuh di atap rumah salah satu warga Jodog, Gilangharjo, Pandak, Bantul, DIY. Atap rumah itu pun jebol.

"Betul, ada atap rumah warga di Jodog rusak akibat kejatuhan bongkahan es," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Bantul, Ribut Bimo Haryo Tejo saat dihubungi, dilansir detikJogja, Senin (2/11/2026).

Kejadian itu bermula saat warga Jodog, Petrus, sedang duduk di gazebo rumah milik adiknya, Veronica Suharti, sekitar pukul 08.00 WIB tadi. Selanjutnya, Petrus mendengar suara dentuman dari dalam rumah.

"Saksi lalu melakukan pengecekan, dan terdapat bongkahan es berdiameter 20 sentimeter jatuh menimpa atap ruang tamu rumah," ujarnya.

Akibat kejadian itu atap galvalum pasir, plafon PVC beserta rangka dan kursi kayu patah. Diketahui, rumah yang kejatuhan bongkahan es misterius itu kosong tidak berpenghuni.

"Untuk atap ruang tamu yang rusak seluas 1x1 meter. Kalau korban jiwa maupun luka tidak ada karena kondisi rumah memang kosong," ucapnya.

Analisa BMKG

Stasiun Meteorologi Jogja menyebut fenomena bongkahan es yang merusak atap rumah warga di Pandak, Bantul terjadi saat tidak turun hujan. Selain itu, terjadi potensi gangguan atmosfer MJO spasial di pulau Jawa, namun memerlukan analisis lebih dalam lagi untuk memastikan keterkaitannya dengan es tersebut.

"Saat kejadian, dari data radar BMKG kami tidak terjadi hujan. Hujan di Pandak baru terjadi pukul 09.00 WIB dan itu hujan ringan," kata Forecaster on Duty Stasiun Meteorologi Jogja, Heri, saat dihubungi detikJogja, Senin (2/11/2026).

Selain itu, kondisi analisis radar pada pagi hari tadi menurut hasil analisis dan data dari citra radar, memang terdapat awan hujan. Namun, lokasinya berada di sekitar barat laut atau Pajangan dan utara atau Panggungharjo, Sewon dari lokasi kejadian.

"Jadi tidak berada di lokasi yang dimaksud," ujarnya.

Selanjutnya, kata Heri, berdasarkan analisis cuaca sementara dari BMKG bahwa tedapat potensi gangguan atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) spasial di pulau Jawa. Namun hal itu belum menjadi penyebab pasti jatuhnya bongkahan es di Pandak.

"Fenomena MJO spasial mencakup area Pulau Jawa, kejadian bersifat lokal sehingga diperlukan analisis lebih detail lagi. Nah, kejadian spesifik hanya di rumah di Pandak itu, sehingga perlu analisis lebih dalam dengan data lebih detail terkait dari mana esnya itu," ucapnya.

Baca selengkapnya di sini dan di sini

(idh/dhn)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.