Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Atasi Kemiskinan, Pemprov Jateng Gulirkan 19 Intervensi di Sragen

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan 19 intervensi di Desa Gemantar untuk atasi stunting, tingkatkan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Atasi Kemiskinan, Pemprov Jateng Gulirkan 19 Intervensi di Sragen
Foto: Detik

Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggulirkan 19 bentuk intervensi di Desa Gemantar, Kabupaten Sragen melalui program Desa Dampingan Tahun 2026. Intervensi strategis ini menyasar berbagai persoalan krusial seperti penanganan stunting, pendampingan ibu hamil, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga ekonomi.

Program kolaborasi yang melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) ini bertujuan mempercepat pengentasan kemiskinan dan memberdayakan masyarakat desa.

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa program Desa Dampingan harus memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat luas. Penyaluran bantuan dari pemerintah perlu diikuti dengan pendampingan serta pemantauan intensif agar manfaatnya tepat sasaran.

"Tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan setiap intervensi menghasilkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat," ujar Taj Yasin pada keterangan tertulisnya, Kamis (5/11/2026).

Ia turut mengapresiasi pengembangan sektor peternakan warga lewat pengelolaan kelompok usaha bersama atau KUBE secara komunal. Pengelolaan terpadu ini dinilai tidak hanya meningkatkan ekonomi warga, tetapi juga berpotensi menghasilkan biogas dan pupuk kompos mandiri.

"Biasanya KUBE itu tidak komunal. Namun, di Desa Gemantar ini dikomunalkan. Ini perlu kita edukasi lagi karena berpotensi menjadi biogas maupun kompos. Kita ingin dari hulu sampai hilirnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," jelas Taj Yasin.

Pada sektor kesehatan, Taj Yasin menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa tersebut. Ia meminta seluruh kader dan petugas kesehatan memastikan asupan makanan bergizi benar-benar dikonsumsi oleh anak secara berkelanjutan sejak masa kehamilan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab menjelaskan bahwa Program Desa Dampingan saat ini mencakup 61 desa di 16 kabupaten. Pelaksanaan program secara aktif telah melibatkan 48 OPD di tingkat provinsi.

Khusus di Desa Gemantar, ke-19 bentuk intervensi yang disalurkan mencakup bantuan gizi untuk 59 balita stunting selama tiga bulan dan pemberian 13 kacamata bagi anak sekolah. Selain itu, terdapat kucuran bantuan dua KUBE dengan modal masing-masing Rp 20 juta, perbaikan enam unit rumah tidak layak huni atau RTLH senilai Rp 16 juta per unit, hingga pemasangan listrik bagi tujuh warga.

"Melalui berbagai intervensi ini, kami berharap Desa Gemantar semakin berdaya, kualitas kesehatan masyarakat meningkat, dan upaya percepatan pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih optimal," kata Zulfachmi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen Hargiyanto menyambut positif dan mengapresiasi berbagai bantuan dari Pemprov Jateng tersebut. Pada momentum yang sama juga dilakukan prosesi deklarasi Desa Siaga Tuberkulosis oleh Kepala Desa Gemantar.

Deklarasi ini menjadi wujud komitmen kuat pemerintah desa dalam meningkatkan kewaspadaan dan penanggulangan penyakit di tengah masyarakat. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan tinjauan langsung oleh Taj Yasin ke lokasi KUBE Ternak Kambing dan rumah milik penerima manfaat RTLH. (prf/ega)

Berita selengkapnya tentang Kunjungi

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.