Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Badai Terjadi di Gaza, 70 Ribu Tenda Pengungsi Perang Terendam Banjir

Otoritas pertahanan sipil Gaza mengumumkan status darurat tertinggi di wilayah itu setelah hujan badai menyebabkan banjir.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Badai Terjadi di Gaza, 70 Ribu Tenda Pengungsi Perang Terendam Banjir
Foto: Detik

Gaza -

Otoritas pertahanan sipil Gaza mengumumkan status darurat tertinggi di wilayah itu setelah hujan badai menyebabkan banjir. Ada 70 ribu tenda yang menampung pengungsi Palestina terdampak banjir itu.

Dilansir Xinhua, Minggu (8/11/2026), otoritas tersebut mengatakan ketinggian air di beberapa kawasan permukiman telah mencapai 1,5 meter. Ruang operasi pertahanan sipil telah menerima 2.166 panggilan darurat sejak badai mulai melanda.

Sementara, tim penyelamat hanya dapat menanggapi 218 panggilan karena banyaknya permintaan dan keterbatasan sumber daya. Otoritas itu menyerukan masyarakat internasional untuk menekan Israel agar mengizinkan masuknya peralatan dan kendaraan khusus untuk operasi penyelamatan, tenda, terpal plastik, dan unit hunian bergerak guna menyediakan tempat penampungan darurat bagi keluarga-keluarga yang mengungsi.

A displaced Palestinian woman sweeps water out of a tent during a rainy day at a tent camp in Gaza City, November 7, 2026. REUTERS/Dawoud Abu Alkas Foto: Banjir rendam ribuan tenda pengungsi Gaza (REUTERS/Dawoud Abu Alkas)

Dalam pernyataan terpisah, kantor media yang dikelola Hamas mengatakan puluhan dinding runtuh di seluruh wilayah kantong tersebut. Hal tersebut menyebabkan sejumlah orang mengalami cedera serius.

Mereka menambahkan perkiraan awal menunjukkan kerugian langsung akibat badai tersebut mencapai sekitar USD 3 juta. Sementara itu, Menteri Kesehatan Palestina Majid Abu Ramadan memperingatkan cuaca dingin yang semakin memburuk dan badai berturut-turut dapat mendorong situasi ke tingkat yang lebih berbahaya.

Kondisi itu semakin parah karena keluarga-keluarga yang mengungsi telah kehabisan sebagian besar kemampuan mereka untuk menghadapi kondisi tersebut. Sebagian besar bahkan tidak memiliki sarana perlindungan yang paling dasar sekalipun.

(haf/knv)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.