Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Baznas Kirimkan 4.520 Paket Bantuan Makanan untuk Warga Palestina

Baznas kembali menyalurkan 4.520 paket bahan pokok makanan senilai Rp2,6 miliar untuk membantu warga Palestina terdampak krisis

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Baznas Kirimkan 4.520 Paket Bantuan Makanan untuk Warga Palestina
Foto: Jawa Pos

 

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sodik Mudjahid (kiri) serahkan bantuan kepada pengungsi Palestina di Mesir. (Baznas RI)

JawaPos.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menyalurkan 4.520 paket bahan pokok makanan senilai Rp2,6 miliar untuk membantu warga Palestina terdampak krisis.

Bantuan disalurkan menggunakan lima truk kontainer yang diberangkatkan dari Ismailia, Mesir, Kamis (29/10).

"Kita sebarkan lima truk atau sebanyak 4.520 paket bahan pokok makanan, ada sekitar 25 jenis bahan makanan yang disesuaikan dengan selera mereka," kata Ketua Baznas Sodik Mudjahid dilansir dari Antara, Jumat (30/10).

Sodik menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk penyaluran amanah masyarakat Indonesia untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga Palestina yang masih menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan.

Dia menjelaskan, paket bantuan tersebut berisi berbagai kebutuhan makanan, di antaranya pasta, kurma, aneka jenis keju, teh, gula, terigu, berbagai jenis kacang-kacangan, minyak, dan ragi untuk membuat roti.

Dalam proses persiapan, Baznas turut melibatkan relawan dari kalangan mahasiswa penerima manfaat Beasiswa Cendekia Baznas di Al-Azhar, Mesir, yang membantu mengemas paket-paket bantuan tersebut.

Sodik menyampaikan, Baznas akan terus mengawal proses pengiriman bantuan melalui prosedur logistik dan perizinan yang berlaku untuk memastikan bantuan sampai kepada penerima manfaat.

Adapun bantuan diberangkatkan dari Gudang 4TDK di Ismailia, kemudian diproses melalui kerja sama dengan Egyptian Red Crescent (ERC) sesuai dengan protokol resmi lembaga tersebut.

Selanjutnya, kata Sodik, bantuan dibawa ke gudang logistik ERC di Al-Arish untuk menjalani tahapan logistik dan pengurusan kode batang (barcode) sebagai bagian dari proses perizinan masuk perbatasan.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.