JAKARTA, iNews.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengeluarkan 80 saham dengan kepemilikan terkonsentrasi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai 2 November 2026. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kredibilitas indeks agar lebih mencerminkan pergerakan pasar saham Indonesia.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, saham-saham yang masuk kategori HSC saat ini memiliki bobot sekitar 18 persen dalam perhitungan IHSG. Meski demikian, BEI memastikan kebijakan tersebut tidak akan menyebabkan lonjakan maupun koreksi indeks pada hari pertama penerapannya.
"Kami sudah melakukan backtest, dengan pengeluaran saham-saham HSC, tidak akan mengakibatkan lonjakan, tetapi mengakibatkan IHSG kita yang lebih kredibel yang dapat digunakan lebih baik oleh para investor dalam melakukan tracking terhadap indeks kita," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BEI, Senin (26/10/2026).