JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat segera bersiaga menghadapi potensi banjir, angin kencang, dan tanah longsor.
Imbauan itu disampaikan setelah musim hujan mulai masuk di beberapa daerah di Indonesia pada akhir bulan ini.
Merujuk data dari Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, hingga Jumat (30/10), sudah ada 2.247 bencana yang terjadi di seluruh Indonesia.
Lonjakan itu didominasi oleh bencana hidrometeorologi yang mencakup tambahan 6 kejadian banjir di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh serta 2 kejadian cuaca ekstrem di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Jawa Timur (Jatim).
”Dampak banjir paling signifikan melanda Kabupaten Deli Serdang dengan 7.615 kepala keluarga terdampak dan 7.327 rumah terendam, serta Kota Medan yang berdampak pada 2.405 kepala keluarga,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton S. P. Panjaitan, dikutip Sabtu (31/10).
Selain Sumut, BNPB melihat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan sangat lebat di wilayah Aceh yang kini berstatus Siaga.
Potensi yang sama terbaca di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, serta Papua yang saat ini berstatus waspada akibat dampak tidak langsung Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman.
”Guna mengantisipasi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang atau puting beliung dan tanah longsor, BNPB mengimbau kesiapsiagaan warga dengan langkah dini,” ucap Berton.
BNPB mengimbau masyarakat untuk bergotong royong membersihkan saluran air dan melakukan susur sungai di bawah pengawasan petugas BPBD.
Masyarakat juga diminta segera mengidentifikasi jalur evakuasi yang aman, memeriksa infrastruktur bendungan, serta menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan darurat.