JawaPos.com - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nugroho Sulistyo Budi menekankan pentingnya penguatan tata kelola AI. Hal itu dia sampaikan usai menerima penghargaan outstanding leadership dalam 3rd ASEAN-Japan Cybersecurity Community Alliance (AJCCA) Conference di Bangkok, Thailand.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi Nugroho selama bertugas memimpin BSSN. Dia dinilai telah menginspirasi, menggerakkan berbagai inisiatif inovatif, serta membawa perubahan positif dalam ikhtiar memperkuat ekosistem keamanan siber di tingkat nasional dan regional.
Dalam forum internasional itu, Nugroho menyoroti perkembangan Agentic AI yang kini menghadirkan lanskap peluang sekaligus tantangan baru. Menurut dia, peluang maupun tantangan atas perkembangan AI sangat kompleks bagi keamanan siber global.
Nugroho menyampaikan bahwa teknologi AI masa kini memiliki karakter multidimensi. Dia menyebut, AI tidak lagi hanya berperan sebagai alat pertahanan, melainkan berpotensi menjadi sasaran serangan hingga dapat dimanfaatkan oleh aktor ancaman sebagai instrumen serangan.
”Untuk mengantisipasi risiko tersebut, diperlukan penguatan tata kelola AI, penerapan prinsip Security by Design, serta pengelolaan risiko secara proaktif guna membangun ekosistem digital yang aman dan tangguh,” kata dia.
Karena itu, dalam 3rd AJCCA Conference, Nugroho juga menekankan pentingnya 3 pilar kerja sama regional untuk menghadapi ancaman lintas batas. Yakni kolaborasi, kapasitas, dan konektivitas. Ketiga pilar tersebut dinilai menjadi landasan krusial dalam mempererat koordinasi dan bertukar informasi antarnegara.
”Ancaman siber tidak mengenal batas negara. Karena itu, kolaborasi dan komitmen bersama menjadi kunci untuk mewujudkan ruang digital yang aman, terpercaya, dan tangguh,” ujarnya.
Karena itu, kolaborasi dan komitmen bersama menjadi kunci untuk mewujudkan ruang digital yang aman, terpercaya, dan tangguh. Untuk itu pula, BSSN mendorong penguatan kerja sama antara negara-negara ASEAN dengan Jepang dalam mengantisipasi ancaman siber.