JawaPos.com - Aksi unjuk rasa yang berlangsung di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, mendadak ricuh dan membubarkan diri akibat hujan deras yang turun secara tiba-tiba pada Rabu (28/10) malam.
Sebelumnya, massa aksi sempat melakukan pembakaran terhadap sejumlah atribut unjuk rasa, mulai dari ban, spanduk, hingga separator jalan di ruas jalan protokol tersebut.
Suasana yang semula riuh dengan aksi bakar-bakaran mendadak berubah ketika hujan lebat mengguyur sekitar pukul 19.00 WIB.
Derasnya air hujan seketika membantu memadamkan api yang berkobar di titik pembakaran.
Petugas kepolisian yang berada di lokasi juga bergerak cepat dengan membawa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk memastikan api padam secara tuntas.
Namun, kehadiran petugas sempat memicu ketegangan baru. Sebagian massa aksi kembali menunjukkan kemarahan dan sempat mendatangi kembali area pembakaran.
Hingga pukul 19.30 WIB, situasi di lokasi terpantau panas. Sejumlah massa terlihat masih memilih bertahan di kawasan tersebut, sementara sebagian besar lainnya membubarkan diri menghindari hujan.
Polisi: Massa yang Bertahan Bukan Lagi Mahasiswa
Baca Juga: Momentum Sumpah Pemuda 2026, 5 Ribu Mahasiswa-Santri Gelar Silaturahmi Akbar di Mapolda Jatim
Di tengah upaya pengamanan, pihak kepolisian secara aktif mengimbau agar massa aksi segera membubarkan diri secara tertib. Dari hasil pantauan di lapangan, kepolisian menilai kelompok yang masih bertahan di lokasi sudah bukan lagi bagian dari elemen mahasiswa.
"Rekan-rekan mahasiswa terima kasih sudah membubarkan diri dengan baik. Yang tinggal bukan mahasiswa. Karena mahasiswa menyampaikan dengan damai," ujar pihak kepolisian melalui pengeras suara di lokasi.