Jakarta -
Dewan Pakar telah memilih penerima DPD RI Awards 2026 dalam 4 kategori. Dewan Pakar memastikan bahwa mereka tidak bisa diintervensi dan proses penjaringan berlangsung transparan.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Dewan Pakar memilih penerima DPD RI Awards 2026 dalam 4 kategori. Proses penjaringan transparan dan diharapkan menginspirasi masyarakat untuk berinovasi.
Jakarta -
Dewan Pakar telah memilih penerima DPD RI Awards 2026 dalam 4 kategori. Dewan Pakar memastikan bahwa mereka tidak bisa diintervensi dan proses penjaringan berlangsung transparan.
Hal itu disampaikan oleh Dewan Pakar Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, S.Si., M.Sc. usai rapat yang berlangsung di Ayana Midplaza Jakarta, Senin (26/102/2026). Rapat berlangsung selama kurang lebih 4 jam.
Hadir secara langsung dalam rapat ini Dewan Pakar Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr. Dede Yusuf Macan Effendi, S.T., M.I.Pol, Anggota DPD RI Dr. Agustin Teras Narang, S.H, dan Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, S.Si., M.Sc. Sementara Dewan Pakar Menteri Kebudayaan RI Prof (Hon) Dr. H. Fadli Zon, SS, M.Sc, tetap memberikan kontribusi dan pandangan dalam pembahasan.
Dalam rapat ini, Dewan Pakar telah memilih masing-masing penerima DPD RI Awards dalam 4 kategori yakni Kategori Inovator Pendidikan Nonformal/Pendidikan Luar Sekolah, Inovator Teknologi Kesehatan, Kategori Pelestari Budaya Daerah, dan Kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan.
"Jelas dari kami, saya dari akademisi, yang lain juga dari tokoh juga yang terpercaya, yang memiliki kapasitas dan bidang yang juga tidak bisa untuk diintervensi. Insyaallah hasil keputusan kita hasil yang sangat penting dan juga transparan," kata Prof Zulys usai rapat.
Prof Zulys menjelaskan sejumlah aspek penilaian yang dilakukan dewan pakar. Prof Zulys menjelaskan mengenai dampak dari inovasi dan program yang digagas oleh para kandidat di bidang kesehatan, pendidikan, pangan serta seni dan budaya.
"Yang pertama adalah inovasinya, ini berangkat dari keresahan mereka dalam melihat permasalahan yang ada, yang tidak hanya pada diri mereka sendiri tapi juga bisa lebih luas ke masyarakat umum, jadi program-program yang sangat inovatif dan juga berasal dari suatu kajian yang cukup mendalam," ujar dia.
"Dan juga efektivitas dalam program tersebut yang kita lihat bahwa ini memang betul menjadi program yang akan berdampak," imbuh Prof Zulys.
Prof Zulys mengatakan dalam rapat yang berlangsung kurang lebih 4 jam ini, Dewan Pakar melakukan perdebatan yang positif. Dewan Pakar juga sempat mewawancarai para kandidat secara virtual.
"Tentunya, karena memang kita punya pandangan yang berbeda-beda, tapi secara umum setelah kita diskusikan kita sudah punya satu kesepakatan, di dalamnya juga ada diskusi, juga ada perbedaan nilai," kata dia.
Lebih lanjut, Prof Zulys mengatakan kategori bidang kesehatan dan ketahanan pangan memiliki kesulitan tersendiri dalam penentuan penerima.
"Kategori yang sulit itu yang terkait dengan kesehatan, karena memang di situ ada perbedaan, dua pendapat ya, ada si A dan si B, kemudian juga kategori yang satu lagi terkait dengan kategori, yang di mana ada satu orang yang belum ada verifikasi, kategori terkait pangan" ujar dia.
Prof Zulys berharap DPD RI Awards ini bisa menginspirasi masyarakat. Dia menekankan soal pentingnya memulai tindakan yang kecil hingga bisa berdampak untuk masyarakat luas.
"Tentunya ini dapat menginspirasi masyarakat luas bagaimana bahwa permasalahan bangsa dan masyarakat ini bisa kita selesaikan dari diri kita sendiri, kemudian kita menjalin tahapannya itu sehingga terus bekerja, terus berbuat dan orang lain akan melihat dampaknya," tutur dia.
"Jadi DPD Awards ini menurut saya sebuah anugerah yang sangat penting untuk menginspirasi masyarakat bahwa ternyata dari tahapan kecil itu bisa menjadi hal yang besar," pungkasnya.
Rapat Dewan Pakar DPD RI Awards 2026 (Foto: Ari Saputra/detikFoto) |
Berikut kandidat 3 besar DPD RI Awards dalam 4 kategori:
1. KATEGORI PELESTARI BUDAYA DAERAH
• Anitawati (Maluku Utara)
• Endang Dzunuraini (Jawa Timur)
• Muhammad Ridwan Alimuddin (Sulawesi Barat)
2. KATEGORI PENGGERAK DESA MANDIRI PANGAN
• Asep Hidayat Mustopa (Jawa Barat)
• Anang Ismail (Jawa Tengah)
• Rivan Rinaldi (Aceh)
3. KATEGORI INOVATOR TEKNOLOGI KESEHATAN
• Nur Arning Tengara Kasih (DKI Jakarta)
• Megi Riomandala (Bengkulu)
• Siti Nurmaini (Sumatera Selatan)
4. KATEGORI INOVATOR PENDIDIKAN NON-FORMAL/PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
• Alvian Wardhana (Kalimantan Selatan)
• Egi Trialogi (Jawa Barat)
• Taryaningsih (Jawa Timur)
(lir/hri)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.