Jakarta -
Polisi mengungkapkan pekerjaan Dwi Bagus Martono (40), tersangka pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Madiun, Jawa Timur (Jatim). Penghasilan Dwi Bagus disebut mencapai Rp 9 juta per hari dari pekerjaannya.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Polisi mengungkap Dwi Bagus Martono, tersangka pembunuhan Dini Hardiyanti dan anaknya, berpenghasilan Rp 9 juta per hari dari pekerjaan di proyek asing.
Jakarta -
Polisi mengungkapkan pekerjaan Dwi Bagus Martono (40), tersangka pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Madiun, Jawa Timur (Jatim). Penghasilan Dwi Bagus disebut mencapai Rp 9 juta per hari dari pekerjaannya.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan Dwi Bagus bekerja di bidang manufaktur. Tersangka direkrut berbagai perusahaan asing untuk membuat anjungan minyak, melakukan pengeboran di bawah laut, hingga meneliti kondisi tanah yang akan dibuat pengeboran.
"Biasanya proyek-proyek besar perusahaan asing yang mau bikin anjungan minyak, mau bikin penelitian kondisi tanah gitu kan, misalkan mau dibikin apa," ungkap Jumhur dilansir detikJatim, Kamis (29/10/2026).
"Dia kalau dikontrak (perusahaan) asing itu per hari aja bisa Rp 9 juta," lanjut dia.
Jumhur menambahkan, dalam sekali kontrak, Dwi Bagus bekerja bisa tiga bulan, tidak menetap di satu perusahaan. Dwi Bagus disebut memiliki keuangan yang cukup dan cerdas secara akademik.
Dwi Bagus juga merupakan lulusan program studi manufaktur di perguruan tinggi di Indonesia. "Pintar jugalah dulu, jurusan dia tuh jarang kali ya, manufaktur itu," ucap Jumhur.
Baca selengkapnya di sini.
(rfs/imk)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.