Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Ekonomi Jabar Triwulan III 2026 Tumbuh 5,89 Persen

Ekonomi Jawa Barat tumbuh 5,89% pada triwulan III 2026, lebih tinggi dari nasional. Sektor konstruksi dan konsumsi pemerintah jadi pendorong utama pertumbuhan.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Ekonomi Jabar Triwulan III 2026 Tumbuh 5,89 Persen
Foto: Detik

Jakarta -

Ekonomi Jawa Barat pada triwulan III 2026 dibandingkan dengan triwulan III 2025 (year-on-year/y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 5,89 persen. Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,47 persen (y-on-y).

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat ditopang oleh sejumlah lapangan usaha dominan yang tumbuh cukup baik pada triwulan tersebut, seperti konstruksi yang tumbuh 9,10 persen, industri pengolahan sebesar 4,98 persen, dan perdagangan sebesar 4,13 persen.

Adapun lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan meliputi penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 14,54 persen, administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 14,46 persen, transportasi dan pergudangan sebesar 13,61 persen, serta jasa lainnya sebesar 12,18 persen. Hal tersebut disampaikan Margaretha dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Jawa Barat, Kamis (5/11/2026).

"Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang tumbuh sebesar 28,34 persen, diikuti komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 8,85 persen. Kemudian, komponen pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) tumbuh sebesar 8,66 persen," kata Margaretha dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).

Selanjutnya, dia menjelaskan bahwa komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) tumbuh sebesar 5,93 persen, diikuti ekspor barang dan jasa yang mengalami pertumbuhan sebesar 3,02 persen.

"Sementara itu, komponen impor barang dan jasa juga tumbuh sebesar 6,11 persen sehingga secara neto ekspor mengalami kontraksi sebesar 7,73 persen," tutupnya.

(akn/ega)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.