JawaPos.com – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga kru Helikopter Mi-17V5 yang mengalami insiden saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, pada Rabu (4/11).
Raja Juli turun langsung untuk memantau perkembangan penanganan insiden tersebut sekaligus menerima laporan dari petugas di lapangan. Setelah tiba di Pangkalan Bun, Menhut langsung bertolak menuju Kuala Pembuang.
“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya saudara kita yang menjalankan tugas dalam misi pemadaman karhutla. Atas nama pribadi dan Kementerian Kehutanan, saya menyampaikan penghormatan dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian mereka dalam menjalankan tugas untuk membantu penanganan karhutla,” kata Raja Juli di Pangkalan Bun, Kamis (5/11).
Tiga kru yang dinyatakan gugur dalam insiden tersebut adalah Letkol CPN (Anum) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (Anum) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anum) Heri Prasetyo.
Jenazah Letkol (Anum) Dudi Firmansyah telah diberangkatkan ke Bandung untuk diserahkan kepada keluarga. Sementara itu, jenazah Kapten (Anum) Nurhafiz Akbar telah dibawa ke Semarang.
Sementara satu kru lainnya, Sertu (Anum) Heri Prasetyo, hingga kini masih dalam pencarian. Tim gabungan terus berupaya menemukan korban sekaligus memastikan seluruh proses penanganan kecelakaan berjalan optimal.
Operasi penanganan di lokasi kejadian dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, serta Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Di sisi lain, lima kru yang berhasil selamat telah dievakuasi dari Kuala Pembuang menuju Banjarmasin. Mereka dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan medis secara maksimal.
Lima kru yang selamat tersebut masing-masing Kapten Korps Penerbangan Febri, Kapten Korps Penerbangan Sugand, Letnan Dua Korps Penerbangan Fercis, Prajurit Satu Gilang, dan Sersan Kepala Kadiya.
“Saat ini lima kru yang selamat, sudah dibawa dari Kuala Pembuang ke Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan yang terbaik. Pemerintah memastikan mereka mendapatkan penanganan medis yang terbaik,” ujarnya.