JAKARTA, iNews.id - Partai Gerindra meminta Polri mengusut tuntas kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Gerindra juga meminta pemeriksaan menyeluruh terhadap personel di lingkaran pengamanan presiden untuk memastikan tidak ada lagi pihak yang menjadi ancaman dari dalam.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso mengatakan, dugaan penyadapan terhadap kepala negara bukan sekadar persoalan pelanggaran hukum. Kasus tersebut juga menyangkut keamanan informasi negara dan stabilitas pemerintahan.
"Tindakan menyadap presiden bukan lagi sekadar kejahatan siber atau pelanggaran etik, melainkan tindakan sabotase dan pengkhianatan terhadap kedaulatan negara. Siapa pun yang bermain di belakang layar, apa pun jabatannya dan seberapa besar kekuatannya harus diseret ke muka hukum," kata Sugiat dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).