Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Gubernur Lampung Siapkan 3 Langkah Dorong Percepatan Investasi Daerah

Gubernur Lampung dorong investasi melalui penyederhanaan perizinan dan regulasi. LEIF 2026 jadi momentum kolaborasi untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Detik 4 menit baca 0 komentar
Gubernur Lampung Siapkan 3 Langkah Dorong Percepatan Investasi Daerah
Foto: Detik

Jakarta -

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong percepatan investasi melalui penyederhanaan perizinan, kepastian regulasi, dan penciptaan iklim usaha yang kondusif. Upaya tersebut dilakukan untuk menarik lebih banyak investor, meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

"Provinsi Lampung siap bersinergi dan memfasilitasi para investor dan mitra global untuk satu tujuan yang sama, yaitu pertumbuhan ekonomi Lampung berkelanjutan," papar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026 di Grand Ballroom Fairmont Hotel Jakarta, Rabu (4/11/2026). Forum tersebut diselenggarakan Pemprov Lampung bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung.

Pada forum ini, Rahmat Mirzani juga memaparkan tiga langkah utama pemerintah daerah untuk memperkuat daya tarik investasi. Pertama, percepatan perizinan yang transparan dan berbasis digital. Kedua, penguatan regulasi melalui kepastian tata ruang, pemberian insentif dan kemudahan penanaman modal. Ketiga, penciptaan iklim investasi kondusif melalui fasilitasi proaktif, kepastian lahan, dan dukungan infrastruktur.

Optimisme pemerintah daerah dalam menarik investasi didukung oleh kinerja ekonomi Lampung yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Lampung pada triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Sumatera.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh basis komoditas unggulan serta konektivitas infrastruktur dan logistik yang strategis. Kondisi ini menjadi modal bagi Lampung untuk mengembangkan sektor-sektor produktif sekaligus memperluas peluang kerja sama dengan investor domestik dan internasional.

Pemprov Lampung melihat sejumlah sektor masih memiliki peluang investasi yang besar. Sektor tersebut meliputi pertanian, industri pengolahan, energi terbarukan, pariwisata, dan infrastruktur.

Pemerintah juga mendorong penguatan hilirisasi agar komoditas unggulan daerah tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dalam sambutan pembukaan LEIF 2026 menekankan pentingnya forum tersebut sebagai momentum memperluas kemitraan strategis. Menurut Jihan, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha penting untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah serta memastikan investasi memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia Ahmad Muzani menyoroti pentingnya sinergi kebijakan pemerintah pusat dan daerah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Muzani berharap investasi yang produktif mampu meningkatkan daya saing daerah, membuka lapangan pekerjaan, serta memperkuat kontribusi Lampung terhadap perekonomian nasional. Karena itu, koordinasi lintas pemerintahan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat realisasi investasi.

Pertumbuhan Ekonomi Jadi Modal Genjot Investasi

Kepercayaan investor terhadap prospek Lampung juga tercermin dari 11 kisah keberhasilan investasi yang diangkat dalam LEIF 2026. Kisah tersebut menjadi gambaran peluang pengembangan usaha sekaligus menunjukkan potensi daerah yang dapat dikembangkan melalui kemitraan dengan dunia usaha.

Dalam sesi diskusi panel, Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung Bimo Epyanto menyampaikan perekonomian Lampung pada 2026 diperkirakan tumbuh pada kisaran 5,0-5,6 persen. Proyeksi tersebut didukung oleh konsumsi rumah tangga, sektor pertanian, industri pengolahan, dan investasi.

"Fundamental ekonomi Lampung yang kuat menjadi modal penting untuk mendorong investasi. Namun demikian, masih terdapat ruang untuk meningkatkan kontribusi investasi melalui hilirisasi komoditas unggulan dan pengembangan industri bernilai tambah," ungkap Bimo.

Peluang pengembangan industri berbasis komoditas unggulan juga mendapat perhatian dari pemilik Sungai Budi Group, Widarto. Sementara itu, Direktur Investasi PT Danantara Investment Management, Fadli Rahman menekankan pentingnya kesiapan proyek dan kemitraan strategis agar peluang investasi dapat diwujudkan menjadi realisasi penanaman modal.

BI & Pemda Perkuat Ekosistem Investasi

Untuk mendukung langkah tersebut, BI bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terus memperkuat ekosistem investasi. Sepanjang 2026, BI telah memfasilitasi delapan kegiatan penguatan ekosistem investasi, mulai dari peningkatan kapasitas investment project ready to offer (IPRO) hingga fasilitasi jejaring investor.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memastikan proyek-proyek investasi memiliki kesiapan yang memadai dan dapat ditawarkan kepada calon investor. Dengan demikian, pertemuan bisnis dan penjajakan kerja sama dalam LEIF 2026 diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan awal, tetapi berlanjut pada realisasi investasi.

Melalui penguatan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BI, dan dunia usaha, Pemprov Lampung menargetkan peningkatan investasi berkualitas yang mampu memperkuat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, dan memperluas kesempatan kerja.

Pada akhirnya, kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Lampung, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan, berkembangnya aktivitas usaha lokal, dan meningkatnya kesejahteraan secara lebih merata.

Sebagai informasi, LEIF 2026 mengusung tema 'From Potential to Partnership: Accelerating Sustainable Investment in Lampung'. Forum ini menjadi wadah pertemuan pemerintah, pelaku usaha, dan calon investor untuk membangun kemitraan strategis dalam mengoptimalkan potensi ekonomi Lampung.

Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 100 calon investor potensial, baik dari dalam maupun luar negeri. Minat investasi itu selanjutnya ditindaklanjuti melalui pertemuan bisnis secara langsung atau one-on-one meeting serta penandatanganan letter of intent (LoI)

(anl/ega)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.