Manila -
Gunung Mayon, salah satu gunung berapi paling aktif di Filipina, mengalami erupsi yang dilaporkan "cukup eksplosif" yang berlangsung selama hampir enam menit. Gunung berapi ini menyemburkan kolom abu vulkanik pekat hingga setinggi ribuan meter ke langit pada Jumat (30/10) waktu setempat.
Sejauh ini, seperti dilansir AFP, Jumat (30/10/2026), belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan di kota-kota dan wilayah sekitar Gunung Mayon.
Namun, Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina telah menaikkan tingkat siaga dari level 2 ke level 3 (dalam skala 0-5 level) dan menyerukan evakuasi bagi warga yang berada dalam radius enam kilometer dari kawah gunung berapi tersebut.
Laporan Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina, dalam sebuah buletin, menyebutkan bahwa kolom abu setinggi 3.000 meter perlahan bergerak ke arah barat daya menuju ke area permukiman penduduk di dekatnya.
"Mayon sedang memasuki fase baru erupsi magmatik, dengan peningkatan risiko aliran lava dan PDC (arus densitas piroklastik) yang berbahaya... yang dapat berdampak pada lereng bagian atas hingga tengah gunung berapi tersebut dalam beberapa hari hingga minggu ke depan," ungkap Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina dalam laporannya.
Arus densitas piroklastik, atau pyroclastic density currents (PDC), merujuk pada awan panas yang bergerak cepat di lereng gunung berapi.
Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina mengimbau otoritas setempat untuk mengevakuasi area-area di dekat kawah gunung "karena adanya bahaya PDC, aliran lava, guguran batu, dan ancaman vulkanik lainnya".
Sementara pesawat terbang juga disarankan tidak mengudara terlalu dekat dengan area Gunung Mayon untuk sementara waktu.
Gunung Mayon yang memiliki ketinggian 2.462 meter dan berbentuk kerucut hampir sempurna, terletak di area berjarak 330 kilometer sebelah tenggara Manila. Gunung ini merupakan salah satu dari tiga gunung berapi di Filipina yang menunjukkan peningkatan aktivitas tahun ini, meskipun tidak terjadi erupsi besar.
Pada Juni 2023, lebih dari 12.000 penduduk yang tinggal di lereng bawah gunung berapi itu dievakuasi ke pusat-pusat penampungan demi melindungi mereka dari abu dan gas beracun yang menyembur dari kawahnya.
Filipina yang terletak di area "Cincin Api" Pasifik, tempat lempeng-lempeng tektonik saling bertumbukan, tergolong sering dilanda gempa bumi dan aktivitas vulkanik. Letusan paling dahsyat di negara itu dalam beberapa dekade terakhir terjadi pada Gunung Pinatubo tahun 1991 silam, yang menewaskan lebih dari 800 orang dan menghasilkan awan abu yang tersebar hingga ribuan kilometer jauhnya.
(nvc/idh)