JawaPos.com - Konten kreator, Herri Pras Al-Kaburi menilai tindakan petarung MMA Yudi Cahyadi bersama sejumlah orang yang mendatangi rumahnya justru mencoreng nama Ustaz Adi Hidayat (UAH), Ustaz Abdul Somad (UAS), dan Habib Umar bin Hafiz.Â
Ia menyebut dugaan tindakan kekerasan, intimidasi, hingga persekusi yang terjadi tidak mencerminkan ajaran ketiga tokoh agama tersebut.
"Demi Allah, saya yakin perbuatan itu sangat-sangat mencoreng kepada tiga nama tokoh yang mereka anggap sebagai guru mereka. Karena saya meyakini ketiga sosok ini tidak akan pernah mengajarkan hal tersebut," ujarnya, Kamis (5/11).
Herri juga menyinggung tindakan petarung MMA, Yudi Cahyadi yang mengajaknya bertarung. Ia mempertanyakan praktik kekerasan dan olahraga pertarungan, termasuk ketika seseorang menyaksikan tindakan penganiayaan terhadap orang lain.
Ia kemudian menggunakan perspektif keagamaan untuk menjelaskan pandangannya. Herri mencontohkan hukum permainan catur dan dadu dalam mazhab Hanafi yang disebutnya dapat menjadi haram apabila melalaikan salat.
"Padahal tak ada yang terluka karena main catur. Tak ada yang terzalimi karena main dadu. Tapi diharamkan. Apalagi ini?" katanya.
Lebih lanjut, Herri justru mengutip pernyataan Ustaz Adi Hidayat yang menurutnya mengajarkan agar seseorang tidak membela kesalahan, sekalipun dilakukan oleh tokoh yang dihormati.
Ia menilai, membela tindakan yang keliru berpotensi membuat kesalahan dianggap sebagai sesuatu yang benar. Karena itu, dia meminta para pengikut maupun pendukungnya juga tidak membela dirinya apabila melakukan kesalahan.
"Apabila salah, keliru, menyimpang, dan lain sebagainya, maka jangan belalah beliau. Karena apabila tindakan beliau yang salah itu dibela, maka itu akan berpotensi kesalahan akan dianggap benar," pungkas Herri.