JawaPos.com - Konten kreator Herri Pras meminta kepolisian memproses laporan dugaan tindak pidana terhadap dirinya secara profesional dan objektif tanpa tekanan dari pihak luar yang dapat memengaruhi proses penyelidikan kasus tersebut.
"Saya percaya kepolisian akan menangani semua laporan secara profesional, objektif, dan independen. Saya juga berharap proses penyelidikan tidak dipengaruhi tekanan aksi demonstrasi ataupun intervensi dari pihak manapun," ujar Herri dalam pernyataannya, Kamis (5/11).
Ia mengingatkan agar upaya membangun opini maupun tekanan dari luar tidak sampai mengaburkan fakta dalam perkara yang dilaporkannya. Herri menilai hal tersebut justru berpotensi menghambat pengungkapan dugaan tindak pidana yang dialaminya.
"Jangan sampai upaya membangun opini atau tekanan dari luar proses hukum, mengaburkan fakta, dan menghambat proses pengungkapan dugaan tindakan pidana yang terjadi terhadap kami," katanya.
Herri menegaskan, dirinya hanya menginginkan keadilan dan kepastian hukum atas peristiwa yang dialaminya. Karena itu, ia meminta seluruh pihak memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk menjalankan proses penyelidikan.
"Bila setiap perkara diperiksa berdasarkan bukti dan hukum yang berlaku. Saya hanya meminta keadilan dan kepastian hukum," tegasnya.
Kronologi Kedatangan Petarung MMA
Sebelumnya, rumah Herri Pras di Kabupaten Bogor didatangi petarung MMA Yudi Cahyadi bersama sejumlah orang. Kedatangan tersebut dipicu polemik konten Herri yang dinilai menghina sejumlah ulama, termasuk Ustaz Adi Hidayat dan Ustaz Abdul Somad.
Yudi mengeklaim kedatangannya bertujuan menantang Herri bertarung satu lawan satu dengan konsep no rules. Ia juga mengungkit tantangan duel yang sebelumnya disebut pernah dilontarkan Herri.
Yudi mengaku sempat melakukan tindakan fisik terhadap Herri sebelum yang bersangkutan masuk ke dalam rumah. Sementara itu, Herri akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada Ustaz Adi Hidayat, Ustaz Abdul Somad, dan masyarakat atas kegaduhan yang terjadi.