Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Hormati Proses Hukum, Masyarakat Diminta Tak Terprovokasi di Tengah Perkembangan Dinamika Nasional

Ketua Umum PHDI Nyoman Cantiasa mengajak masyarakat menjaga persatuan dan stabilitas di tengah dinamika nasional.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Hormati Proses Hukum, Masyarakat Diminta Tak Terprovokasi di Tengah Perkembangan Dinamika Nasional
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com – Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Letjen TNI (Purn) Nyoman Cantiasa mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah dinamika nasional yang berkembang. Dia mengingatkan pentingnya merawat kerukunan, menjaga stabilitas, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi maupun isu yang berpotensi memecah belah bangsa.

Nyoman menegaskan, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Menurut dia, kecintaan terhadap agama dan negara harus berjalan beriringan, sebagaimana nilai-nilai yang diajarkan dalam kehidupan umat Hindu.

"Sebagai umat yang menjunjung tinggi Dharma Agama dan Dharma Negara, kita meyakini bahwa berbakti kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa tidak terpisahkan dari berbakti kepada bangsa dan negara," kata Nyoman dalam keterangannya, Kamis (5/11).

Dia juga mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada pemerintah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Dukungan tersebut, lanjut Nyoman, dapat diwujudkan melalui doa, tindakan nyata, serta kepatuhan terhadap hukum demi terciptanya stabilitas dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

"Marilah kita memberikan dukungan kepada Pemerintah Republik Indonesia dalam menjalankan swadharma untuk menjaga stabilitas, menegakkan hukum, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dukungan itu kita wujudkan dengan doa, kerja nyata, dan ketaatan pada hukum," ujarnya.

Nyoman mengingatkan, persatuan merupakan fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dia meminta masyarakat tidak menjadikan perbedaan pandangan sebagai alasan untuk merusak hubungan persaudaraan.

"Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah warisan para leluhur bangsa yang wajib kita jaga. Jangan biarkan perbedaan pandangan merenggangkan persaudaraan kita sebagai sesama anak bangsa," tegasnya.

Dalam menghadapi situasi nasional, Nyoman turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah tersulut provokasi. Dia mengajak seluruh elemen bangsa mengedepankan sikap bijaksana serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu konflik. 

Menurutnya, ajaran Tat Twam Asi dan Ahimsa mengandung nilai penting untuk tidak melakukan kekerasan, baik melalui pikiran, perkataan, maupun perbuatan.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.