Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Ibas Dorong Hilirisasi Getah Pinus untuk Tingkatkan Ekonomi Ponorogo

Waka MPR Ibas dorong hilirisasi industri kehutanan untuk nilai tambah ekonomi. Kunjungan ke PGT Sukun fokus pada kesejahteraan pekerja dan kelestarian hutan.

Detik 4 menit baca 0 komentar
Ibas Dorong Hilirisasi Getah Pinus untuk Tingkatkan Ekonomi Ponorogo
Foto: Detik

Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mendorong penguatan hilirisasi industri kehutanan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan industri pengolahan getah pinus di Ponorogo, Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan Ibas saat mengunjungi Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Sukun, Ponorogo, Kamis (29/10). Kunjungan dalam rangka reses itu dilakukan untuk melihat langsung proses produksi, berdiskusi dengan jajaran Perum Perhutani, serta menyerap aspirasi pekerja dan masyarakat sekitar.

Dalam kunjungan tersebut, Ibas meninjau proses pengolahan getah pinus menjadi gondorukem dan terpentin, termasuk fasilitas serta teknologi produksi yang digunakan di pabrik tersebut. Menurut Ibas, potensi kehutanan Indonesia perlu dikembangkan lebih jauh agar tidak hanya menghasilkan bahan mentah. Getah pinus, misalnya, dapat diolah menjadi produk turunan yang dibutuhkan berbagai sektor industri, mulai dari konstruksi, infrastruktur, cat, kosmetik, hingga farmasi.

Dia menilai gondorukem dan terpentin memiliki peluang pasar yang masih terbuka, baik di dalam maupun luar negeri. India dan China menjadi sejumlah negara yang membutuhkan produk turunan getah pinus dari Indonesia. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kualitas produksi perlu dilakukan agar industri pengolahan getah pinus nasional semakin kompetitif.

"Penguatan industri hilir bukan semata-mata tentang meningkatkan angka produksi atau ekspor, melainkan juga memastikan nilai ekonomi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi negara, pekerja, dan masyarakat sekitar," ujar Ibas dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).

Selain pengembangan industri, Ibas mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan bahan baku melalui pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan penanaman, perawatan, dan rehabilitasi kawasan hutan harus menjadi perhatian agar pasokan getah pinus tetap terjaga.

Dia menegaskan hutan tidak hanya berfungsi sebagai sumber bahan baku industri, tetapi juga memiliki manfaat ekologis dan sosial. Karena itu, pengembangan industri kehutanan harus memperhatikan kelestarian lingkungan.

Ancaman kerusakan hutan akibat perubahan iklim, cuaca ekstrem, maupun aktivitas manusia juga perlu diantisipasi. Ibas menilai peningkatan produktivitas industri tidak boleh mengorbankan fungsi lingkungan. Dia turut mendorong kajian terhadap potensi lahan yang dapat dikembangkan secara produktif melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Ibas juga menyoroti pentingnya efisiensi operasional, inovasi, dan pemanfaatan teknologi untuk memperkuat daya saing industri kehutanan. Menurutnya, proses produksi perlu terus diperbaiki untuk mencegah pemborosan dan kehilangan bahan baku. Selain itu, riset untuk mengembangkan produk turunan gondorukem dan terpentin perlu diperkuat agar industri memiliki nilai tambah lebih besar.

Pemanfaatan teknologi digital dalam administrasi dan pencatatan operasional juga dinilai penting untuk mendukung transparansi serta tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance. Dia berharap penguatan kualitas produk, efisiensi, dan tata kelola dapat membuat industri kehutanan nasional semakin mampu bersaing di pasar global.

Dalam kesempatan itu, Ibas turut menyoroti kesejahteraan pekerja, khususnya penyadap getah pinus yang menjadi bagian penting dalam rantai produksi. Menurutnya, keberhasilan industri tidak hanya diukur dari jumlah produksi, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan para pekerja dan masyarakat di sekitarnya.

Dia mendorong peningkatan kesejahteraan, keselamatan, dan kesehatan pekerja, baik yang bertugas di kawasan hutan maupun di lingkungan pabrik. Regenerasi penyadap juga menjadi perhatian. Ibas menilai keterlibatan generasi muda perlu didorong agar kegiatan penyadapan getah pinus dapat terus berlangsung.

Selain itu, dia menerima aspirasi masyarakat terkait kebutuhan perbaikan akses jalan menuju kawasan pabrik. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran operasional.

Ibas berharap Perhutani dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja serta masyarakat lokal. Ibas menambahkan, pengembangan industri kehutanan membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, parlemen, sektor swasta, dan masyarakat.

Dia juga berharap keberadaan PGT Sukun dapat memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi masyarakat Ponorogo, termasuk dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam aktivitas ekonomi di sekitar industri.

"Getah bisa menjadi berkah jika kita mampu mengelolanya dengan baik, menjaga keberlanjutan hutannya, mengembangkan industrinya, dan memastikan masyarakat ikut merasakan manfaatnya," kata Ibas.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Perhutani Tio Handoko menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian Ibas terhadap pengembangan industri hilir kehutanan di Ponorogo. Dia berharap dukungan tersebut dapat menjadi dorongan bagi Perhutani untuk mengoptimalkan potensi industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja dan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Direktur Operasi Perhutani Wawan Triwibowo, Kepala Divisi Regional Jawa Timur Perhutani Dewanto, General Manager KBM IHHBK Perhutani Irmasari Churiana, serta Kepala PGT Sukun Slamet Asrofi.

(akn/ega)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.