JawaPos.com - Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto ingin bersih-bersih peredaran gelap narkoba secara total. Tidak hanya di kota, barang haram yang masuk ke desa-desa juga bakal disikat.
Untuk itu, Mabes Polri menggandeng Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan antara Kapolri Suyudi dengan Mendes PDT Yandri Susanto di Mabes Polri, Jakarta, pada Jumat (30/10).
Suyudi menyatakan bahwa Polri akan melakukan penguatan program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) dan melakukan pemberdayaan masyarakat.
Menurut Suyudi, kerja-kerja pemberantasan narkoba di desa-desa butuh kolaborasi dengan Kemendes PDT.
Itu menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas, khususnya yang dipicu oleh penyalahgunaan narkotika, obat-obatan terlarang, dan minuman keras.
”Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang seringkali menjadi pemicu terjadinya kejahatan konvensional, seperti pencurian, kekerasan, tawuran, kejahatan jalanan, hingga perkelahian antarkampung dan antargeng,” kata Suyudi.
Sebagai orang nomor satu di Polri, Suyudi prihatin akan realitas tersebut. Karena itu, Polri ingin bekerja sama lebih erat dengan Kemendes PDT.
Tujuannya tidak lain untuk memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak muda.
Penguatan Program Desa Bersinar diyakini akan berjalan baik dengan kolaborasi Polri dan Kemendes PDT.