JAKARTA, iNews.id - Singapura memastikan ketahanan energinya tetap aman meski Indonesia memangkas pasokan gas alam melalui pipa. Otoritas Pasar Energi Singapura (Energy Market Authority/EMA) menyebut, pengurangan tersebut mencakup kurang dari 2 persen dari total kebutuhan gas harian negara itu.
Dilansir dari Channel News Asia, Juru Bicara EMA menjelaskan, pengurangan pasokan mencapai 31 juta standar kaki kubik per hari atau setara dengan 17 billion British thermal units per hari (bbtud) selama 18 hari.
"Ini kurang dari 2 persen dari total kebutuhan gas harian kami yang mencapai lebih dari 1.000 bbtud," kata EMA dalam keterangannya dikutip, Senin (26/10/2026).