TEHERAN, iNews.id - Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa pusat data hingga fasilitas kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang terkait dengan Washington dapat menjadi target serangan jika perang kembali berlanjut. Ancaman ini menandai potensi meluasnya sasaran konflik, tidak hanya terbatas pada instalasi militer, tetapi juga infrastruktur teknologi.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, sebelumnya menyatakan bahwa Teheran belum memasukkan aset-aset tersebut ke dalam daftar target militer. Namun, dia memperingatkan bahwa pusat data, fasilitas AI, dan kabel bawah laut dapat dihancurkan jika konflik kembali memanas.
"Kami belum memasukkan aset-aset ini ke dalam target," kata Rezaei, seraya memperingatkan bahwa infrastruktur tersebut mudah dihancurkan apabila perang berlanjut.