Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Arab Saudi Disebut Tawarkan Rp 18 T ke Houthi untuk Gencatan Senjata

Arab Saudi dilaporkan menawarkan paket bantuan keuangan senilai US$ 1 miliar, atau setara Rp 18 triliun, kepada Houthi dalam upaya mencapai gencatan senjata.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Arab Saudi Disebut Tawarkan Rp 18 T ke Houthi untuk Gencatan Senjata
Foto: Detik

Riyadh -

Arab Saudi dilaporkan menawarkan paket bantuan keuangan senilai US$ 1 miliar, atau setara Rp 18 triliun, kepada kelompok Houthi dalam upaya mencapai gencatan senjata dan menghentikan serangan terhadap infrastruktur vital kerajaan tersebut.

Tawaran Saudi untuk Houthi tersebut, seperti dilansir Hindustan Times dan NDTV, Kamis (29/10/2026), dilaporkan oleh surat kabar Israel, Israel Hayom, yang mengutip sejumlah sumber diplomatik di kawasan diplomatik di kawasan Teluk, dalam laporannya pada Senin (26/10) waktu setempat.

Disebutkan bahwa tawaran semacam itu diduga melibatkan Iran sebagai mediator konflik.

Laporan soal tawaran bantuan keuangan dalam jumlah besar ini mencuat saat ketegangan regional semakin meningkat dan gangguan menyelimuti ekspor minyak di kawasan Timur Tengah.

Laporan Israel Hayom menyebutkan bahwa Menteri Pertahanan Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, melakukan kunjungan mendadak ke Teheran untuk menghadiri pembicaraan yang bertujuan sepenuhnya mengakhiri gelombang serangan Houthi terhadap wilayah Saudi.

Salah satu sumber diplomatik yang dikutip Israel Hayom mengklaim bahwa Pangeran Khalid membawa dana sebesar itu dengan menggunakan pesawat angkut militer jenis Hercules.

Laporan media itu belum dikomentari secara langsung oleh otoritas Saudi.

Arab Saudi Konfirmasi Keterlibatan Diplomatik Iran

Kementerian Luar Negeri Saudi mengonfirmasi bahwa Pangeran Khalid mengunjungi Teheran bersama perwakilan dari negara-negara yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Mekkah. Namun pernyataan Saudi itu tidak menyinggung soal dugaan tawaran US$ 1 miliar atau mengonfirmasi kesepakatan finansial dengan Houthi.

"Kunjungan ke Teheran oleh Menteri Pertahanan Pangeran Khalid bin Salman dan perwakilan negara-negara anggota Aliansi Pertahanan Bersama Mekkah merupakan bagian dari upaya berkelanjutan aliansi tersebut untuk meredakan ketegangan di antara pihak-pihak yang terlibat dalam krisis saat ini, mendorong dialog dan solusi diplomatik, serta mendukung upaya mediasi yang dilakukan oleh Negara Qatar dan Republik Islam Pakistan," sebut Kementerian Luar Negeri Saudi dalam pernyataannya.

Diskusi di Teheran itu dilaporkan mempertemukan perwakilan senior Saudi, Pakistan, dan Turki, termasuk Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan Jenderal Asim Munir dan Kepala Intelijen Turki Ibrahim Kalin. Iran sendiri diwakili oleh Presiden Masoud Pezeshkian, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Mohsen Rezaei, dan sejumlah pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Menurut Israel Hayom, Iran menawarkan diri untuk memfasilitasi negosiasi antara Riyadh dan Houthi sebagai bagian dari upaya meredam konflik di Yaman, dan mengurangi serangan terhadap target-target di Saudi.

Mengapa Saudi Tawarkan US$ 1 Miliar ke Houthi?

Laporan Israel Hayom menyebutkan bahwa bantuan keuangan yang ditawarkan itu berkaitan dengan kesepakatan sebelumnya antara Saudi dan Houthi. Menurut seorang pejabat Saudi yang berbicara kepada Israel Hayom, perselisihan ini sebagian dipicu oleh kegagalan melaksanakan perjanjian yang disepakati tiga tahun lalu.

Berdasarkan kesepakatan lama itu, Saudi diharapkan memberikan bantuan keuangan guna memfasilitasi penyelesaian politik. Bantuan yang ditawarkan itu, antara lain, ditujukan untuk mendukung pembayaran gaji sektor publik di wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi dan rekonstruksi infrastruktur sipil di Yaman.

Sebagai imbalannya, Houthi diharapkan menjaga gencatan senjata dan menghentikan serangan terhadap Saudi.

Namun beberapa waktu terakhir, Houthi membenarkan serangannya dengan alasan bahwa Riyadh telah gagal memenuhi komitmen dalam kesepakatan tersebut. Inisiatif diplomatik terkini dimaksudkan untuk mengatasi perselisihan tersebut, meskipun rinciannya masih belum jelas.

(nvc/dhn)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.