Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Istri Sah Pembunuh Istri Siri dan Anak di Madiun: Saya Tidak Tahu

Istri sah dari tersangka pembunuhan istri siri dan anak, Dwi Bagus, mengaku tidak tahu suaminya melakukan dugaan aksi keji itu.

CNN Indonesia 3 menit baca 0 komentar
Istri Sah Pembunuh Istri Siri dan Anak di Madiun: Saya Tidak Tahu
Foto: CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Marta selaku istri sah dari tersangka pembunuhan istri siri dan anak, Dwi Bagus Martono (40), di Madiun, Jawa Timur (Jatim), mengaku tidak tahu suaminya melakukan dugaan aksi keji itu. 

Korban adalah Dini Hardiyanti (30) dan anaknya yang masih berusia 4 tahun. Dwi Bagus kini menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan sekaligus pembakaran jasad istri sirinya dan anak tersebut.

Dalam temu dengan awak media didampingi kuasa hukum, Marta mengaku tak tahu karena sedang mengajar di sekolah saat  peristiwa keji tersebut terjadi. Dia menegaskan tidak mengetahui apa yang dilakukan suaminya di halaman belakang rumah mereka yang berada di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

"Jadi pada saat peristiwa itu terjadi dan dilakukan, karena saya seorang guru, saya itu full sedang mengajar di sekolah. Artinya saya sedang (kerja), saya benar-benar tidak mengetahui peristiwa itu terjadi, saya benar-benar tidak mengetahui apa yang suami saya lakukan," kata Marta kepada wartawan, Senin (2/11), dikutip dari detikJatim.

Pilihan Redaksi

Marta menjelaskan, jam kerjanya dimulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB. Dia juga harus tiba di sekolah sebelum pukul 07.00 WIB untuk melakukan absensi.

"Jadi kalau misalnya memang itu semua dilakukan oleh suami saya di rumah kami di halaman belakang itu, saya benar-benar tidak mengetahui peristiwa itu terjadi dan apa yang suami saya lakukan," imbuh Marta.

Marta mengaku tak tahu pasti kapan dugaan perbuatan keji itu dilakukan suaminya. Dia menyebut informasi yang diterimanya menyatakan peristiwa itu terjadi ketika dirinya sedang mengajar di sekolah.

"Saya tidak pernah mengerti detail bagaimana karena saya tidak mengkonfirmasi juga secara langsung begitu ya. Tapi dari informasi yang memang kami ketahui, diinformasikan itu pada saat saya bekerja, artinya pada saat siang hari saat saya berada di sekolah, begitu," kata Marta.

Martha mengaku selama ini rumah tersebut hanya dihuni dirinya bersama Dwi Bagus. Selain bekerja sebagai guru, dia juga memiliki kesibukan lain dengan menjalankan usaha bimbingan belajar di rumah.

Sebelumnya, kasus pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anak laki-lakinya, Arshaka Ghafa El Faezya (4), menggemparkan warga Kota Madiun. Keduanya diduga dibunuh Dwi Bagus Martono (40), suami siri Dini.

[Gambas:Video CNN]

Peristiwa pembunuhan itu diduga terjadi pada 20 September 2026. Polisi mengungkap Dini diduga dicekik di sebuah hotel di Kota Madiun, sedangkan anaknya dibunuh di dalam mobil.

Setelah diduga menghabisi kedua korban, Dwi diduga berupaya menghilangkan jejak dengan membakar jasad mereka dan menggilingnya.

Kasus tersebut mulai terungkap setelah keluarga melaporkan Dini dan anaknya hilang ke Polres Madiun Kota pada 5 Oktober 2026. Keduanya diketahui tidak terlihat sejak 20 September 2026.

Penyelidikan polisi kemudian mengarah kepada Dwi yang merupakan suami siri Dini. Setelah serangkaian penelusuran, Dwi akhirnya ditangkap di rumah temannya di Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menemukan dugaan lokasi pembakaran jasad di pekarangan belakang rumah Dwi di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Dwi diduga membuat tungku dari bata ringan untuk membakar jasad korban dan menghilangkan barang bukti.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/kid)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.