Jakarta -
Perubahan nama kereta api jarak jauh (KAJJ) dikeluhkan sejumlah calon pengguna melalui media sosial (medsos). Warganet mengaku bingung karena ada beberapa kereta yang punya nama sama tapi jam keberangkatan dan harga tiketnya berbeda.
Warganet menampilkan tangkapan layar (screenshot) laman penyedia tiket KA. Pada layar tersebut, terlihat 2 kereta yang punya nama dan rute sama, tapi jam keberangkatannya berbeda.
Selain itu, ada 3 kereta rute Surabaya-Jakarta yang punya nama sama tapi jam keberangkatan selisih sekitar 1 jam. Kondisi kesamaan nama ini membuat banyak penumpang bingung.
Calon penumpang juga khawatir salah membeli tiket KA. Ada juga calon penumpang yang takut salah naik KA yang tak sesuai dengan tiket yang dibeli.
KAI melalui akun Threads @kai121_ memahami perubahan nama yang membuat calon penumpang tak puas. KAI juga berterima kasih atas perhatian dan masukan yang disampaikan.
"Railmin memahami bahwa perubahan nama ini mungkin belum sepenuhnya sesuai dengan harapan beberapa pelanggan dan kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Adapun penyesuaian nama kereta api ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk mempermudah pelanggan dalam mengenali relasi perjalanan, sehingga informasi perjalanan kereta api dapat lebih mudah dipahami," kata KAI dilihat, Senin (2/11/2026).
KAI mengatakan pelanggan juga dapat memperhatikan nomor kereta api serta jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket untuk memastikan perjalanan tetap sesuai dengan rencana. Selain itu, pengumuman perjalanan kereta api tetap dilakukan oleh petugas di stasiun, untuk mengantisipasi penumpang salah naik KA.
Sebagai informasi, sejumlah KA mengalami pergantian nama, seperti Argo Bromo Anggrek jadi KA Anggrek mulai 9 Mei 2026. Selain itu, ada Argo Muria + Argo Sindoro + Argo Merbabu dilebur jadi KA Muria mulai 1 Oktober 2026.
Para penumpang menyayangkan hal ini karena tiap nama kereta sudah dikenal dengan rute masing-masing beserta jam keberangkatan dan harga tiketnya. Mereka mengaku bingung atas perubahan nama KA dan jam keberangkatan yang baru.
Calon pengguna KA juga menaruh perhatian soal perubahan jam perjalanan KRL. Mereka melihat perubahan nama KRL dan jadwal kereta ini berpotensi rawan bagi para penumpang lansia.
Terkait hal ini, KAI mengatakan pihaknya akan memberlakukan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026 per 1 Desember 2026. KAI minta maaf kepada penumpang yang tak nyaman.
"Pemberlakuan Gapeka 2026 membawa sejumlah penyesuaian pada perjalanan kereta api, meliputi jadwal keberangkatan dan kedatangan, waktu tempuh, serta stasiun pemberhentian pada sejumlah perjalanan kereta api. Penyesuaian ini dilakukan untuk peningkatan kualitas pelayanan, keselamatan dan keandalan operasional perjalanan KA," katanya.
"Kami mohon maaf apabila Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026 yang akan berlaku nanti belum sepenuhnya sesuai dengan harapan Kakak," tambahnya.
(jbr/dhn)