Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah Per Hari, Pramono Siapkan 3 PLTSa

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan produksi sampah mencapai 9.000 ton/hari. Pemprov DKI rencanakan pembangunan 2-3 PLTSa untuk atasi masalah ini.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah Per Hari, Pramono Siapkan 3 PLTSa
Foto: Detik

Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap produksi sampah di Ibu Kota mencapai 9.000 ton setiap hari. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov DKI menyiapkan pembangunan dua hingga tiga Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Pramono mengatakan persoalan sampah menjadi salah satu pembahasan utama dalam pertemuan ke-46 Komite Eksekutif CityNet yang digelar di Pullman, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2026). Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Jakarta yang harus segera diselesaikan.

"Tadi juga disampaikan oleh Bapak Menteri bahwa salah satu hal yang menjadi PR buat Jakarta yang mudah-mudahan di era ini segera bisa diselesaikan adalah persoalan sampah," kata Pramono.

Dia menyebut Jakarta setiap harinya menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah. Karena itu, Pemprov DKI berencana membangun dua hingga tiga PLTSa dengan mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 yang telah diterbitkan Presiden.

"Mudah-mudahan di Jakarta akan ada dua pembangkit listrik tenaga sampah atau tiga yang segera dibangun dalam waktu dekat ini," ujarnya.

Pramono menjelaskan dua hingga tiga fasilitas PLTSa tersebut diperkirakan membutuhkan pasokan sampah sekitar 7.000 ton per hari. Dengan begitu, fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu menyeimbangkan neraca pengelolaan sampah di Jakarta.

"Kalau itu dilakukan, maka neraca sampah di Jakarta juga akan menjadi balance karena dua atau tiga tadi membutuhkan kurang lebih 7.000 ton," jelasnya.

Meski demikian, Pemprov DKI tidak hanya mengandalkan pembangunan PLTSa. Pramono mengatakan pemerintah juga akan mengoptimalkan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan serta sejumlah program pemilahan sampah.

Selain itu, Pemprov DKI terus menggalakkan pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle). "Kemudian kita masih ada RDF Rorotan dan beberapa kegiatan pilah sampah dan juga TPR 3S yang sedang kita galakkan dan mudah-mudahan ini persoalan sampah di Jakarta segera bisa diselesaikan," tuturnya.

Pramono berharap berbagai upaya tersebut dapat menjadi solusi untuk mengatasi persoalan sampah di Jakarta sehingga pengelolaan sampah di Ibu Kota bisa semakin optimal.

(bel/isa)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.