JAKARTA, iNews.id - Menjaga kesehatan tulang kerap baru menjadi perhatian ketika seseorang mengalami cedera, nyeri sendi, atau bahkan patah tulang. Padahal, gangguan seperti osteoporosis bisa berkembang tanpa gejala yang jelas hingga akhirnya menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah.
Risiko tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat berusia 50 tahun ke atas. International Osteoporosis Foundation (IOF) mencatat, satu dari tiga perempuan dan satu dari lima laki-laki dalam kelompok usia tersebut akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis sepanjang hidupnya.
Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Patah tulang akibat kerapuhan dapat mengganggu mobilitas, mengurangi kemandirian, hingga memengaruhi kualitas hidup seseorang. Terlebih, orang yang pernah mengalami patah tulang akibat kerapuhan memiliki risiko lebih tinggi mengalami patah tulang berikutnya, terutama dalam satu hingga dua tahun setelah kejadian pertama.
