Bekasi -
Pengguna kereta rel listrik (KRL) lintas Kampung Bandan-Cikarang ramai-ramai protes soal dioperasikannya kereta 8 rangkaian. Mereka mengeluhkan kepadatan penumpang di dalam kereta 8 gerbong.
Para anak kereta (anker), sebutan pengguna KRL, menumpahkan curahan hati (curhat) mereka di media sosial (medsos). Mereka komplain soal pengoperasian KRL stamformasi (SF) 8 pada jam sibuk (rush hour) yaitu pagi dan sore.
KAI Commuter Indonesia (KCI) menjawab keluhan anker lintas Bekasi (Blue Line) melalui akun medsos mereka. Mereka meminta maaf karena kepadatan yang terjadi saat pengoperasian KRL 8 gerbong.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya yang dirasakan. Saat ini, pengoperasian rangkaian telah disesuaikan dengan ketersediaan dan kesiapan sarana, sehingga masih terdapat perjalanan yang menggunakan SF 8 maupun SF 10," demikian cuit KCI di akun X @CommuterLine, dilihat detikcom, Jumat (6/11/2026).
Sebagai informasi, KRL lintas Bekasi/Cikarang ini tak melaju di jalur sendiri. KRL masih harus berbagi waktu perjalanan dengan kereta api jarak jauh (KAJJ) sehingga jarak waktu antar-KRL (headway) juga tidak sepadat jalur Bogor-Jakarta Kota ataupun Tanah Abang-Rangkasbitung.
Sorotan soal pengoperasian KRL 8 rangkaian di Blue Line juga disampaikan melalui medsos Threads. Anker mengaku sangat berdesakan karena pengoperasian KRL 8 rangkaian saat jam pulang kerja.
KAI mengungkapkan, KRL Jabodetabek kini dipadati hingga 480 orang per gerbong. Dengan total 480 orang per gerbong kereta berarti terdapat sekitar 8 orang per satu meter persegi. (Foto: Tsaltsabillah Rahmadhani / detikfoto) |
"Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami. Dapat kami informasikan bahwa jumlah sarana Commuter Line lintas Bekasi/Cikarang yang beroperasi saat ini telah dioptimalkan sesuai dengan ketersediaan dan kesiapan sarana, sehingga beberapa perjalanan menggunakan rangkaian dengan stamformasi (SF) 8, 10, maupun 12 kereta," jawab KCI di akun Threads @commuterline.
Pengguna KRL Terus Naik
Penggguna KRL tembus 303 juta untuk periode Januari hingga Oktober 2026. Jumlah pengguna commuter line terus bertambah setiap tahunnya.
"Dari Januari hingga Oktober 2026 total pengguna mencapai angka 303.792.024 orang," jelas Direktur Utama KAI Commuter, Purnomo Sidi, kepada wartawan, Sabtu (7/11).
Pada Oktober 2026, tercatat volume pengguna sebanyak 32.312.018 orang. Jumlah ini meningkat 1,68 persen dibandingkan periode Oktober 2025 yang sebanyak 31.776.933 pengguna.
Volume pengguna KRL dari Januari hingga Oktober tercatat sebanyak 303,79 juta orang. Angka ini mengalami kenaikan 5,7 persen dari tahun sebelumnya di angka 287,29 juta orang.
Penggguna KRL tembus 303 juta untuk periode Januari hingga Oktober 2026. Jumlah pengguna commuter line terus bertambah setiap tahunnya. (Foto: Tsaltsabillah Rahmadhani / detikfoto) |
KCI juga mencatat terjadi kenaikan volume pengguna di masing-masing lintas CommuterLine. Untuk lintas Bogor, jumlah pengguna mencapai angka 133,78 juta orang atau naik 4,8 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan pada lintas Cikarang pengguna CommuterLine tercatat 74,88 juta orang atau naik 6,1 persen.
"Sedangkan pada lintas Rangkasbitung tercatat sebanyak 68,09 juta orang atau naik 6,7 persen dari tahun lalu, dan pada lintas Tangerang sebanyak 24 juta atau naik 7,1 persen dari tahun sebelumnya," ujar Purnomo.
89 KRL Tiap Hari di Jabodetabek
Purnomo Sidi, menjelaskan bahwa setiap harinya, ada 89 rangkaian kereta yang dioperasikan untuk melayani 1.065 perjalanan Commuter Line Jabodetabek pada hari kerja di seluruh lintas. Jumlah ini, kata Purnomo, sebagai upaya optimalisasi dalam menjaga headway perjalanan Commuter Line di masing-masing lintas operasional.
"KAI Commuter mengoptimalkan pengoperasian 89 rangkaian kereta untuk 1.065 perjalanan Commuter Line Jabodetabek setiap hari kerja di seluruh lintas," jelas Purnomo.
Saat ini KCI mengoperasikan sebanyak 22 trainset dengan susunan 8 kereta (SF8), 34 trainset dengan SF10, dan 33 trainset dengan SF12 di seluruh lintas. Pengoperasian ini pun masih terus dioptimalkan seiring meningkatkan jumlah pengguna setiap tahunnya.
KCI menerapkan pengaturan pola peredaran sarana yang adaptif di lapangan. Pengaturan pola peredaran sarana CommuterLine yang dilakukan saat ini dengan mengoperasikan SF8, SF10, dan SF12 di setiap lintas layanan.
(jbr/kuf)