Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Jokowi Uraikan Riwayat Pendidikan dari SD hingga S-1 UGM di Sidang Roy Suryo

Jokowi menceritakan riwayat pendidikan yang ditempuhnya dari sekolah dasar (SD) hingga meraih sarjana atau S-1 di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Detik 4 menit baca 0 komentar
Jokowi Uraikan Riwayat Pendidikan dari SD hingga S-1 UGM di Sidang Roy Suryo
Foto: Detik

Jakarta -

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menceritakan riwayat pendidikan yang ditempuhnya dari sekolah dasar (SD) hingga meraih sarjana atau S-1 di Universitas Gadjah Mada (UGM). Jokowi mengatakan tuduhan ijazah palsu sudah kebablasan.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menjadi saksi dalam sidang kasus fitnah ijazah dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026). Mulanya, Jokowi mengatakan telah diperiksa penyidik sebanyak tiga kali.

Pemeriksaan dilakukan di Polda Metro Jaya pada 23 Juli 2025, lalu 11 Februari 2026, dan 1 April 2026. Jokowi membuat laporan di Polda Metro Jaya pada 30 April 2025 tanpa menyebutkan nama terlapor, namun hanya kronologis peristiwa.

"Jadi pada tanggal 26 Maret dalam perjalanan di dalam mobil di sekitar Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, saya ditunjukkan oleh ajudan saya, video dan unggahan yang berkaitan dengan tuduhan ijazah palsu, Yang Mulia," jawab Jokowi.

Dia lalu berkonsultasi dengan penasihat hukumnya terkait tudingan itu. Jokowi mengatakan dirinya kemudian disarankan untuk membuat laporan.

"Tidak, Yang Mulia. Hanya melaporkan kronologis peristiwa. Karena setelah saya ditunjukkan video unggahan tersebut, kemudian saya memerintahkan kepada ajudan saya untuk berkonsultasi dengan penasihat hukum, dan setelah itu saya mengundang para beliau-beliau para penasihat hukum saya untuk datang ke Solo, kemudian kami berdiskusi mengenai tuduhan ijazah palsu ini. Dan juga saya meminta untuk disiapkan bukti-bukti yang mendukung," jawab Jokowi.

Jokowi mengatakan tudingan ijazah palsu terhadapnya sudah ada sejak tahun 2024. Dia menilai postingan itu sudah keblalasan sehingga berujung dirinya membuat laporan polisi.

"Jadi sebelum peristiwa tanggal 26 Maret itu, sebetulnya juga sudah sejak tahun 2020 kemudian makin menjadi-jadi, tahun 2024, '25, dan saya anggap apa yang ditunjukkan oleh ajudan saya itu juga sudah keblalasan sehingga saya berinisiatif untuk konsultasi kepada penasihat hukum, Yang Mulia, dan di situ ditunjukkan kepada saya dua video dan satu unggahan di X yang berkaitan dengan tuduhan ijazah palsu tersebut," jawab Jokowi.

"Apakah ada akun milik dari terdakwa? Perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa? dari bukti-bukti yang saudara saksi laporkan?" tanya jaksa.

"Kalau akun tidak Yang Mulia, tetapi yang saya lihat sudah lebih dari 2 tahun, baik itu di TV, di INews, di Rakyat Bersuara, kemudian di tvOne, di ILC, kemudian di Sentana TV, kemudian di Abraham Samad Speak Up, kemudian juga di Facebook, kemudian juga di X, kemudian juga di YouTube hampir semuanya isinya tuduhan ijazah palsu tersebut, Yang Mulia. Jadi tidak spesifik di akunnya yang terhormat terdakwa Bapak Roy Suryo. Tapi di dalam di acara-acara talk show di Sentana TV, di Abraham Samad Speak Up itu beliau selalu hadir sebagai narasumber," jawab Jokowi.

Jaksa lalu meminta Jokowi menceritakan riwayat pendidikannya. Jokowi mengaku menempuh pendidikan di SDN Nomor 111 Kota Surakarta hingga S-1 Fakultas Kehutanan di UGM.

"Jadi dimulai dari SD, SD saya di SD Negeri Nomor 111 Kota Surakarta. Kemudian SMP di SMP 1, SMP Negeri 1 Kota Surakarta. Kemudian SMA di SMA Negeri 6 Kota Surakarta, dan kemudian melanjutkan S-1 di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yang Mulia," jawab Jokowi.

Jokowi mengatakan saat itu tak ada jurusan di Fakultas Kehutanan UGM. Dia mengaku banyak mengambil mata kuliah pilihan di bidang teknologi hasil hutan atau teknologi kayu.

"Jadi di Fakultas Kehutanan itu sejak saya masuk tidak ada yang namanya jurusan, tidak ada. Tetapi kami para mahasiswa itu diberikan pilihan untuk mengambil mata kuliah pilihan, di situlah kami ada yang menyebut, 'Oh kamu di jurusan teknologi kayu atau teknologi hasil hutan. Kamu ada di jurusan silvikultur. Kamu ada di jurusan ekonomi kehutanan. Oh kamu ada di jurusan konservasi hutan'," jawab Jokowi.

Jokowi mengatakan dirinya mengambil banyak mata kuliah pilihan terkait teknologi kayu. Antara lain, katanya, mata kuliah pengeringan kayu, pengawetan kayu hingga industri kayu.

"Hanya seperti itu. Karena saya banyak mengambil mata kuliah pilihan di bidang teknologi hasil hutan atau teknologi kayu, seperti mata kuliah struktur dan sifat kayu, kemudian mata kuliah pengeringan kayu, mata kuliah pengawetan kayu, mata kuliah pulp dan kertas, mata kuliah industri kayu lapis, kemudian mata kuliah penggergajian. Teman-teman saya menyampaikan bahwa saya berada di wilayah jurusan teknologi kayu atau teknologi hasil hutan, Yang Mulia," tambahnya.

Diketahui, Roy Suryo didakwa melakukan fitnah dan pencemaran nama baik Jokowi. Jaksa mengatakan Roy Suryo menyebarkan informasi tidak benar soal ijazah Jokowi.

(mib/haf)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.