Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Kapolri Tausiyah Pentingnya Prinsip Amar Ma'ruf Nahi Munkar dalam Rawat Bangsa

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bicara pentingnya prinsip amar ma'ruf nahi munkar dalam merawat kehidupan berbangsa dan beregara.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Kapolri Tausiyah Pentingnya Prinsip Amar Ma'ruf Nahi Munkar dalam Rawat Bangsa
Foto: Detik

Jakarta -

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melaksanakan tausyiah di Masjid Muhammadiyah. Kapolri mengatakan semua pihak harus terus menjaga persatuan.

Dia mengatakan anggota TNI-Polri bersama pemerintah maupun ulama harus sama-sama mengamalkan perbuatan baik dan mencegah perbuatan jahat (amar ma'ruf nahi munkar).

"Amar ma'ruf nahi munkar. Kita senantiasa bersama-sama TNI-Polri dan ulama," kata Kapolri dilihat di akun Instagram pribadinya, @suyudiarioseto.official, Jumat (30/10/2026).

Dalam tausyiahnya, Kapolri menekankan pentingnya prinsip amar ma'ruf nahi mungkar sebagai pedoman moral dalam merawat kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Begitu juga saya mengajak para umara, masyarakat untuk kita bergandengan tangan menebar kebaikan," imbuhnya.

Beliau mengajak seluruh elemen, mulai dari jajaran TNI-Polri, alim ulama, dan umara untuk terus bergandeng tangan menyebarkan kebaikan dan menjaga stabilitas nasional.

"Bapak presiden selalu memberikan kita semangat, kita adalah bangsa yang kaya. Kekayaan ini betul-betul harus kita aktualisasikan dengan perbuatan dengan tindakan yang sinergi antara Polri, ulama, dan umara," ungkapnya.

Kapolri dan Ketua Umum PP Muhammadiyah (dok.istimewa)Kapolri menyambangi Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus). Dia diterima langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (dok.istimewa)

Dengan adanya kesamaan visi dan semangat yang selaras antara penegak hukum, ulama, dan pemerintah, ketertiban serta keamanan masyarakat niscaya dapat senantiasa terwujud.

"Dari Sabang sampai Merauke, kalau kita sudah memiliki semangat yang sama, insyaallah keamanan dan ketertiban masyarakat sebagaimana yang kita wujudkan dan kita harapkan itu dapat terwujud," ucap dia.

Untuk diketahui, istilah amar ma'ruf nahi mungkar diperkenalkan oleh Al-Qur'an di empat ayat dalam tiga surat, yaitu QS: Ali Imran [3]: 104, 110, An-Nisa [4]: 114, dan At-Taubah [9]: 71

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung," demikian terjemahan Surat Ali 'Imran ayat 104.

Sebelumnya diberitakan, Kapolri menyambangi Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus). Dia diterima langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Dalam pertemuan itu, Polri dan Muhammadiyah sepakat memperkuat kolaborasi edukasi masyarakat untuk menekan berbagai potensi tindak pidana mulai dari judi online (judol)hingga peredaran narkotika. Suyudi mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah mendukung tugas kepolisian, khususnya dalam ranah dakwah dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas dukungan PP Muhammadiyah dan jajaran sampai ke pelosok-pelosok Nusantara bersama anggota Polri. Selama ini kita bisa bersinergi dan berkolaborasi dalam kegiatan dakwah maupun kegiatan umat di Indonesia," kata Suyudi melalui keterangannya, Kamis (29/10).

(jbr/imk)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.