Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Karhutla Papua Selatan Jadi Prioritas BNPB, 695 Hektare Area Terbakar

BNPB prioritaskan penanganan karhutla di Papua Selatan. Luas area terbakar menurun menjadi 695 hektare, namun 171 titik api masih aktif.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Karhutla Papua Selatan Jadi Prioritas BNPB, 695 Hektare Area Terbakar
Foto: Detik

Jakarta -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Papua Selatan menjadi prioritas BNPB. Tercatat saat ini luas area yang terbakar mulai menurun menjadi 695 hektare dengan 379 titik panas.

"Berdasarkan data BNPB per 1 November 2026 pukul 17.00 WIB, Papua Selatan masih menjadi salah satu wilayah prioritas penanganan karhutla," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan, Senin (2/11/2026).

Berton mengatakan ada sebanyak 171 titik api dan sekitar 253 hektare masih dalam status belum padam. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan upaya pemadaman di lapangan masih perlu diperkuat meskipun penanganan terus dilakukan.

Dia memaparkan, dibandingkan 31 Oktober, jumlah titik panas turun dari 943 menjadi 379 titik, titik api turun dari 263 menjadi 171 titik, dan luas area terbakar yang tercatat turun dari 1.742 menjadi 695 hektare. Sementara itu, luas area yang belum padam turun dari 577 menjadi 253 hektare.

"Perkembangan ini merupakan indikasi positif, tetapi tetap perlu diverifikasi melalui pemantauan dan pemeriksaan di lapangan. Angka luas terbakar merupakan hasil pemantauan geospasial dan dapat berubah mengikuti pembaruan data serta pemetaan," kata Berton.

Berton menyebut Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi bersama Kepala BMKG Teuku Faisal telah melakukan pemantauan udara pada 31 Oktober lalu. Dari hasil pemantauan, disebut kepulan asap dan sejumlah titik api di Kabupaten Merauke masih terlihat.

"Karena itu, penanganan terus diperkuat melalui pemantauan berbasis satelit dan drone, verifikasi titik api, serta koordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, dan unsur terkait untuk mempercepat respons di lokasi kebakaran," ujar Berton.

Dia menekankan bahwa pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar juga menjadi perhatian penting untuk mencegah munculnya titik api baru.

Lebih lanjut, BNPB bersama BMKG juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah sasaran.

Berdasarkan laporan hingga 31 Oktober, OMC di Papua Selatan telah melaksanakan 13 sorti penyemaian awan dengan total penggunaan 13.000 kilogram NaCl. Namun, kata Berton, OMC merupakan upaya pendukung lantaran pemadaman langsung dan pemeriksaan untuk memastikan api benar-benar padam tetap harus dilakukan oleh petugas di lapangan.

(fca/yld)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.