Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Kasus Suami Mutilasi Istri Siri di Madiun, Psikolog Ungkap Dampak Buruk Menikah Diam-Diam

Kasus pembunuhan Dini Hardiyanti dan anaknya di Madiun mengungkapkan dampak psikologis dan ekonomi dari hubungan diam-diam.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Kasus Suami Mutilasi Istri Siri di Madiun, Psikolog Ungkap Dampak Buruk Menikah Diam-Diam
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Menikah diam-diam berpotensi memicu tekanan psikologis dan ekonomi yang berujung pada aksi di luar kendali. Hal itu yang diduga terjadi dalam kasus pembunuhan Dini Hardiyanti, 30, dan anaknya berinisial AGEF, 4, yang dimutilasi suami siri Dini, Dwi Bagus Martono (DBM), di Madiun. 

Psikolog Universitas Paramadina Muhammad Iqbal, menyebut bahwa hubungan yang dijalani secara diam-diam dapat menimbulkan kecemasan dan ketakutan karena harus menghadapi konsekuensi dari hubungan tersebut. 

Tak hanya itu, beban ekonomi juga perlu ditelusuri, terutama jika terdapat tanggungan untuk membiayai dua rumah tangga.

“Menikah diam-diam juga menimbulkan tekanan tersendiri baik secara psikologis maupun ekonomi karena beban hidup yang bertambah karena harus membiayai dua ‘dapur’,” ujar Iqbal, dikutip Jumat (30/10).

Selain persoalan rumah tangga, Iqbal menilai dugaan masalah cicilan, pinjaman online (pinjol), dan judi online (judol) juga dapat ditelusuri sebagai kemungkinan faktor tekanan hidup. 

Namun, belum ada informasi yang memastikan persoalan-persoalan tersebut berkaitan dengan kasus pembunuhan di Madiun.

Hanya saja Iqbal menjelaskan, dalam psikologi kriminal, konflik dan tekanan dapat meningkatkan risiko perilaku menyimpang. Namun, respons seseorang terhadap tekanan turut dipengaruhi kemampuan mengatur emosi, kontrol diri, dan nilai moral yang dimiliki.

Karena itu, kecemburuan yang diduga memicu pertengkaran antara Dwi Bagus dan Dini perlu dilihat dalam rangkaian peristiwa yang lebih luas. Pemeriksaan psikologi forensik diperlukan untuk membantu mengungkap karakteristik kepribadian pelaku dan mendalami motif sebenarnya.

Iqbal juga mengingatkan agar kekejaman dalam kasus tersebut tidak langsung disimpulkan sebagai bukti kecenderungan sadisme. Tindakan memutilasi dan menghancurkan jasad korban bisa saja berkaitan dengan upaya menghilangkan jejak atau barang bukti, sehingga motifnya harus ditelusuri berdasarkan hasil penyidikan dan pemeriksaan profesional.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.