Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

KDM Ajak Warga Jabar Bijak Kelola Keuangan, Hindari Judol dan Pinjol

Gubernur KDM meminta warganya untuk cerdas mengelola keuangan, agar Jabar tidak lagi menjadi provinsi dengan angka pinjol dan judol tertinggi di Indonesia.

CNN Indonesia 2 menit baca 0 komentar
KDM Ajak Warga Jabar Bijak Kelola Keuangan, Hindari Judol dan Pinjol
Foto: CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) mengajak seluruh warganya untuk cerdas mengelola keuangan, agar Jawa Barat (Jabar) tidak lagi menjadi provinsi dengan angka pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) tertinggi di Indonesia.

Ajakan itu disampaikan KDM pada puncak acara Bulan Inklusi Keuangan (BIK) FinExpo 2026 di TSM Mall Bandung, Kamis (29/10).

"Pesan saya adalah seluruh warga Jabar, agar Jabar tidak menjadi ranking pertama pinjol di Indonesia. Tidak jadi ranking pertama judol di Indonesia," kata Gubernur.

Secara khusus, ia menyoroti banyaknya warga yang terjerat utang demi gengsi. Ia mencontohkan pengalamannya saat berkunjung ke Majalengka dan bertemu warga yang menggelar hajatan.

"Saya nanya, siap modal kawin di mana? Dijawab, pinjem di bank Rp25 juta. Bayangin. Nyicil rumah kapan? Dijawab 'nyak rumah isukan.' Anaknya yang kawin, anaknya yang bahagia, besok bapaknya yang menderita," tutur KDM.

Menurutnya, rantai utang itu akan terus berlanjut dengan kehamilan istri yang membutuhkan biaya untuk menjaga kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.

Dalam hal ini, KDM kembali mengingatkan bahwa pengelolaan keuangan yang tidak bijak dapat membuat situasi makin sulit karena jeratan utang.

"Untuk itu ibu-ibu, bapak-bapak, cerdaslah dalam melakukan keuangan. Tinggalkan tradisi kajen tekor asal kasohor," ujar KDM.

Ia menambahkan, tugas utama negara adalah melindungi rakyat, baik saat sakit dan saat menyekolahkan anak atau pendidikan.

"Pekerjaan mereka bisa cari sendiri kok. Enggak usah diurusin ekonomi keluarganya, bisa cari duit sendiri. Tugas negara itu cuma dua. Satu, lindungi rakyat ketika sakit, jangan sampai duit habis dari hasil usaha puluhan tahun untuk bayar rumah sakit. Dua, lindungi rakyat dari pendidikan anak-anaknya. Jangan sampai sekolahin anaknya harus jual sawah, jual kebun," pungkas Gubernur.

Acara FinExpo 2026 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini menjadi momentum Pemprov Jabar untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan agar terhindar dari pinjol maupun judol.

(rea/rir)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.