Jakarta -
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar puncak Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan 2026 di 27 lokasi di Indonesia. Kegiatan ini melibatkan nelayan, pembudidaya, pelaku usaha perikanan dan pergaraman, serta masyarakat umum.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar Bulan Bakti 2026 di 27 lokasi, mendukung kesejahteraan nelayan dengan bantuan sosial dan pelestarian lingkungan.
Jakarta -
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar puncak Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan 2026 di 27 lokasi di Indonesia. Kegiatan ini melibatkan nelayan, pembudidaya, pelaku usaha perikanan dan pergaraman, serta masyarakat umum.
Berbagai kegiatan turut digelar, mulai dari penyaluran bantuan untuk mendukung produktivitas perikanan, bantuan sosial, hingga aksi pelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 KKP.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyebutkan kegiatan tersebut berlangsung di 27 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Lokasinya mencakup 25 Kampung Nelayan Merah Putih, Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Nizam Zachman di Jakarta, serta lokasi perebusan garam di Bireuen, Aceh.
"Semua kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian untuk hadir lebih dekat, mendengar kebutuhan, dan meningkatkan kesejahteraan nelayan, sekaligus menandai 27 tahun pengabdian KKP kepada masyarakat," ujar Trenggono dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2026).
Hal tersebut disampaikan di KNMP Desa Ciwaru, Sukabumi, Rabu (4/11).
Dengan mengusung tema 'KKP untuk Kesejahteraan Nelayan', Puncak Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan 2026 difokuskan pada kegiatan yang mendukung langsung kebutuhan nelayan, pembudidaya ikan, pelaku usaha perikanan, serta masyarakat pesisir secara umum. Bentuk dukungan yang disalurkan dalam kegiatan ini mencakup berbagai bantuan dan layanan bagi masyarakat di seluruh lokasi kegiatan.
Secara keseluruhan, KKP menyalurkan 4.290 paket sembako, memfasilitasi pemeriksaan kesehatan bagi 2.050 peserta, serta menyediakan 1,577 juta ekor benih udang dan ikan, dan 1 ton benih rumput laut untuk mendukung produktivitas usaha perikanan.
Selain itu, KKP juga membagikan 2.600 voucher belanja produk perikanan, menanam 2.000 bibit mangrove, serta memfasilitasi pelatihan Sertifikat Kecakapan Nelayan (SKN) bagi 2.866 peserta di 25 lokasi KNMP. KKP juga menyelenggarakan pelatihan diversifikasi olahan ikan bagi 60 peserta di Banyuwangi dan Bitung, serta pelatihan Sertifikat Keterampilan Penanganan Ikan bagi 15 peserta di Pati.
Dukungan perlindungan sosial juga disalurkan melalui pembayaran premi asuransi nelayan sebesar Rp250.000 kepada 1.046 penerima. Selain itu, KKP memberikan 72 paket sarana pengawasan untuk memperkuat pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.
"Untuk itu, kepada jajaran KKP, pemerintah daerah, dan pengelola KNMP, saya menitipkan empat pesan. Pertama, pastikan bantuan tepat sasaran dan dimanfaatkan. Kedua, kelola dan rawat fasilitas secara profesional. Ketiga, tangani persoalan nelayan secara cepat dan tuntas. Keempat, jaga laut melalui praktik perikanan yang bertanggung jawab dan pengawasan yang konsisten," pungkasnya.
(akn/ega)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.