Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Kronologi Bentrok Berdarah Prajurit TNI dengan Warga Pidie Aceh, 1 Tewas 13 Luka

Bentrokan berdarah prajurit TNI AD dari Kodim 0102/Pidie dengan warga terjadi di Meunasah Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh.

iNews 2 menit baca 0 komentar
Kronologi Bentrok Berdarah Prajurit TNI dengan Warga Pidie Aceh, 1 Tewas 13 Luka
Foto: iNews

JAKARTA, iNews.id – Bentrokan berdarahprajurit TNI AD dari Kodim 0102/Pidie dengan warga terjadi di Meunasah Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026).

Insiden tersebut mengakibatkan satu orang tewas. Sedangkan 13 warga lainnya luka-luka. Selain warga, enam personel TNI juga luka-luka.

“Dalam peristiwa tersebut, tercatat 14 warga menjadi korban, yaitu satu orang meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka-luka. Selain itu, enam personel TNI juga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).

Korban meninggal dunia diketahui bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Jenazah korban telah dimakamkan pada Kamis dini hari tadi.

Donny menjelaskan, bentrokan terjadi saat personel TNI Kodim 0102/Pidie bersama unsur terkait melaksanakan penertiban dan penurunan Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Sebelum penertiban, anggota TNI-Polri telah melakukan langkah persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara agar bendera tersebut tidak dikibarkan. “Namun, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan karena panitia tetap bersikeras mempertahankannya,” ujarnya. 

TNI AD juga melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Personel Kodim 0102/Pidie bersama personel Bawah Kendali Operasi (BKO) melaksanakan patroli dan komunikasi sosial dengan masyarakat.

Saat proses penertiban di Desa Pulo Keunari, kata Donny, situasi meningkat dan terjadi aksi pelemparan batu serta kayu ke arah personel TNI. Sejumlah orang juga terlihat membawa senjata tajam. Personel telah berupaya menenangkan dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara. 

Namun, karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.