Jakarta -
Sejumlah isu strategis kawasan akan di bahas dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-49 ASEAN yang digelar di Filipina. Salah satu isu yang akan di atas yakni mengenai aspirasi Timor Leste yang ingin menjadi Ketua ASEAN 2029.
KTT ke-49 ini akan digelar pada 15-17 November 2026 di Filipina dengan mengusung tema navigating our future together. Selain isu Timor Leste, isu lain yang menjadi perhatian dan akan dibahas antara lain ketahanan energi, ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, dan rantai pasok kawasan.
"Sejumlah isu strategis kawasan juga akan mendapat perhatian dalam KTT. Salah satunya adalah aspirasi Timor Leste sebagai Ketua ASEAN pada 2029. Hal ini masih dalam proses karena penyerapan Timor Leste sebagai negara anggota ASEAN belum selesai," kata Dirjen Kerja Sama ASEAN, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Ina Hagniningtyas, saat jumpa pers di Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2026).
Ina menuturkan Timor Leste masih harus melakukan sejumlah penyesuaian, termasuk terhadap norma-norma hukum yang berlaku di negara tersebut. Karena itu, proses dan tahapan menuju keanggotaan penuh ASEAN masih terus berjalan.
ASEAN Luncurkan Logo Baru
Dalam KTT kali ini, ASEAN juga akan meluncurkan logo baru dengan tambahan satu batang padi. Penambahan tersebut menjadi simbol keanggotaan Timor Leste di ASEAN.
"Salah satu yang akan dilakukan dalam KTT adalah peluncuran logo baru ASEAN dengan menambah satu batang padi sehingga menggambarkan Timor Leste sebagai anggota resmi ASEAN melalui ratifikasi Protokol Cebu yang telah disepakati dalam KTT sebelumnya," ujarnya.
KTT ASEAN ke-49 dijadwalkan dihadiri para kepala negara dan pemerintahan anggota ASEAN, Sekretaris Jenderal ASEAN, serta sejumlah pemimpin negara mitra. Berdasarkan informasi yang diterima, Ina mengatakan pemimpin negara yang telah mengindikasikan kehadiran antara lain dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Australia, Republik Korea, dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sementara itu, konfirmasi kehadiran masih ditunggu dari Presiden Amerika Serikat (AS), Perdana Menteri India, dan Perdana Menteri Jepang.
Filipina selaku ketua ASEAN juga mengundang sejumlah pemimpin negara dan organisasi internasional sebagai guest of the chair. Tahun ini, undangan tersebut ditujukan kepada Perdana Menteri Kanada dan Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) untuk menghadiri sesi pleno.
"Dalam hal ini, guest of the chair tahun ini adalah Perdana Menteri Kanada dan Managing Director IMF untuk sesi pleno," ucapnya.
Selain itu, Ina menyampaikan Presiden Brasil dan Perdana Menteri Inggris juga diundang untuk menghadiri ISS Asia Summit. Namun, kehadiran para pemimpin tersebut masih menunggu konfirmasi.
Ada 154 dokumen hasil KTT ASEAN
Dalam KTT ASEAN kali ini, terdapat 154 dokumen hasil atau outcome document yang akan dibahas. Dokumen-dokumen tersebut mencakup tiga pilar utama ASEAN, yakni politik dan keamanan, ekonomi, serta sosial budaya.
Ina menjelaskan, tidak seluruh dokumen tersebut dihasilkan langsung dalam KTT. Sebagian besar telah melalui proses negosiasi di berbagai tingkatan, termasuk kelompok kerja atau working group.
"Tidak semua 154 dokumen ini dihasilkan oleh KTT. Namun, ini merupakan dokumen-dokumen yang harus dicatat, disahkan, dan ditandatangani oleh para pemimpin. Jadi, proses negosiasi 154 outcome document terjadi di berbagai level, bahkan pada level working group, sehingga sangat teknis," jelasnya.
Jadwal KTT ASEAN
Sebelum pertemuan dengan negara mitra, para pemimpin ASEAN dijadwalkan mengikuti 19 kegiatan, termasuk KTT ke-49 ASEAN, sesi pleno, retret, serta pertemuan dengan perwakilan parlemen, kalangan bisnis, dan pemuda ASEAN pada 15 November.
Pada 16 November, para pemimpin ASEAN akan bertemu dengan negara mitra, yakni RRT, PBB, Australia, dan Republik Korea. Sementara pada 17 November, para pemimpin akan menghadiri KTT ASEAN Plus Three, KTT ASEAN-Jepang, KTT ASEAN-India, serta KTT istimewa dengan AS.
Selain itu, akan digelar pertemuan terkait Asia Zero Emission Community (AZEC), yang merupakan inisiatif Jepang dan ASEAN.
Di tingkat menteri, Menteri Luar Negeri RI akan menghadiri sejumlah pertemuan, termasuk ASEAN Ministerial Meeting (AMM), ASEAN Political-Security Community Council, dan ASEAN Coordinating Council.
Salah satu agenda lainnya adalah penandatanganan aksesi Treaty of Amity and Cooperation (TAC) oleh tiga negara, termasuk Slovakia dan Slovenia.
(dek/maa)