LUMAJANG, iNews.id – Hujan deras yang mengguyur kawasan puncak Gunung Semeru, Senin (2/11/2026), memicu banjir lahar dingin. Pos Pengamatan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang mencatat aktivitas getaran banjir lahar berlangsung selama enam jam tanpa henti.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, getaran banjir tercatat memiliki amplitudo maksimum 65 milimeter dengan durasi mencapai 21.600 detik atau enam jam.
Intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama berdampak terhadap sejumlah wilayah di sekitar aliran sungai Semeru. Debit air di beberapa daerah aliran sungai (DAS) meningkat tajam hingga menyebabkan tanggul sungai di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, jebol.