Jakarta -
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 100,1 triliun untuk pemulihan pascabencana di wilayah Aceh dan Sumatera. Anggaran itu direncanakan untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi selama tiga tahun.
Hal itu disampaikan Tito usai rapat bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera. Rapat digelar di kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026).
Tito menjelaskan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menyusun rencana induk pemulihan selama tiga tahun dengan total anggaran Rp 100,1 triliun. Dari jumlah tersebut, anggaran yang disetujui untuk 2026 mencapai Rp 39 triliun.
"Rp 39 triliun yang yang dialokasikan berdasarkan direktif Presiden, kementerian lembaga mengajukan kepada Menteri Keuangan. Dan di-approve totalnya lebih kurang hampir Rp 30 triliun. Ada Rp 9 triliun lagi yang tidak bisa dikerjakan karena waktunya pendek. Sehingga kita harapkan bisa diluncurkan ke tahun 2027," kata Titi kepada wartawan.
Tito menuturkan anggaran Rp 9 triliun yang belum terserap itu berkaitan dengan sektor pendidikan, perikanan, dan pertanian.
"Ya, sangat detail, terutama paling banyak adalah di Kemendikdasmen. Kemendikdasmen mengajukan Rp 4 triliun lebih, yang di-approve lebih kurang Rp 1,5 atau Rp 1,6 triliun. Tapi semua dikerjakan untuk Rp 1,6 tadi ya. Dan itulah tadi rata-rata sudah kembali ke sekolah semula, tapi ada yang masih sekolah darurat 99, kira-kira itu. Yang kedua adalah di pertambakan, sawah, perikanan. KKP mengajukan Rp 1,5 triliun, tapi yang baru di-approve Rp 113 miliar," tuturnya.
" Yang lain yang saya lihat cukup besar adalah di Kementerian Pertanian. Kementerian Pertanian itu Rp 2,6 triliun kalau saya enggak salah triliun, di-approve lebih kurang 1,1 triliun. Nah, ini ada 1,5 triliun lagi. Nah, terutama untuk yang sawah-sawah rusak berat, rusak ringan sedang sudah tersentuh, tinggal rusak beratnya ini. Tapi kalau diluncurkan anggarannya, rusak beratnya ini akan tersentuh semua," sambungnya.
Tambahan Rp 1,4 Triliun
Tito menyampaikan Presiden Prabowo Subianto juga menambahkan lagi anggaran Rp 1,4 triliun pada Agustus lalu. Dia mengatakan anggaran yang digelontorkan diberikan kepada 23 Kementerian/Lembaga utama dan 10 Kementerian/Lembaga pendukung.
Tito mengatakan beberapa desa dilaporkan rusak dan hanyut. Dia memastikan listrik, internet dan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) terpenuhi.
"Dan progresnya tadi saya laporkan untuk pemerintahan semua berjalan lancar kecuali beberapa desa yang memang rusak atau hanyut. Kemudian juga untuk listrik semua berjalan lancar, ada yang terisolasi tapi diberikan genset dan internetnya dengan Starlink. Internet hampir semua berjalan lancar, SPBU dibuka terbuka semua, gas LPG pasokannya juga baik ya," ujarnya.
"Dan kemudian untuk kesehatan, masalah kesehatan, semua rumah sakit umum semua sudah berfungsi daerah, puskesmas semua berfungsi. Pusat puskesmas pembantu yang ada di desa tinggal enam saja yaitu di Sumatra Utara khususnya ya, yang memang rusak atau hilang sama sekali, itu yang perlu diperbaiki," lanjutnya.
(dek/amw)