Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Mengapa Krisis Perbankan Picu Mundurnya Presiden Paraguay?

Hanya dibutuhkan dua hari bagi Presiden Paraguay Santiago Pena untuk mengundurkan diri setelah krisis perbankan menyelimuti negara tersebut. Apa yang terjadi?

Detik 5 menit baca 0 komentar
Mengapa Krisis Perbankan Picu Mundurnya Presiden Paraguay?
Foto: Detik

Asuncion -

Hanya dibutuhkan dua hari bagi Presiden Paraguay Santiago Pena untuk mengundurkan diri setelah krisis perbankan menyelimuti negara tersebut. Imbas krisis perbankan itu membuat separuh penduduk negara kecil di kawasan Amerika Selatan itu kesulitan mengakses uang mereka yang disimpan di bank.

Pengambilalihan Bank Ueno oleh Bank Sentral Paraguay pada Selasa (3/11) telah menjerumuskan Paraguay ke dalam krisis politik.

Aksi protes yang didorong kemarahan warga bermunculan di berbagai wilayah negara tersebut, hingga pada Kamis (5/11) waktu setempat, para anggota parlemen Paraguay dengan suara bulat memutuskan untuk memulai proses pemakzulan terhadap Presiden Pena.

Namun, Presiden Pena yang merupakan sekutu AS itu mendahului langkah mereka dengan mengundurkan diri beberapa menit sebelumnya. Demikian seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (6/11/2026).

Bagaimana Paraguay bisa sampai di titik ini?

- Pengambilalihan Bank Ueno Bikin Gempar

Bank Sentral Paraguay mengambil alih kendali atas Bank Ueno pada Selasa (3/11), akibat kekurangan modal yang parah. Bank Sentral Paraguay menjelaskan bahwa langkah itu bertujuan untuk "melindungi para deposan dan menjaga stabilitas sistem keuangan".

Bank Ueno menyatakan pihaknya memiliki lebih dari tiga juta nasabah di negara berpenduduk 6,4 juta jiwa tersebut, dan mengelola dana pensiun serta dana negara lainnya yang bernilai jutaan dolar Amerika.

Otoritas berwenang mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap delapan pejabat eksekutif Bank Ueno.

Presiden Bank Ueno, Miguel Vazquez, telah menyerahkan diri kepada polisi. Sedangkan Presiden Bank Sentral Paraguay, Carlos Carvallo, yang sebelumnya memimpin Bank Ueno, mengundurkan diri atas permintaan Presiden Pena.

Presiden Pena yang menjabat sejak tahun 2023, diketahui sempat memiliki saham dalam grup yang mengendalikan bank yang dilanda krisis tersebut. Namun dia telah menjual sahamnya tahun lalu.

- Apa itu Bank Ueno? Mengapa Bisa Kolaps?

Bank Ueno merupakan lembaga pemberi pinjaman digital yang berkembang pesat, dari perusahaan fintech lokal yang menargetkan segmen khusus menjadi bank skala menengah di Paraguay.

Diluncurkan tahun 2021, Bank Ueno sempat disandingkan dengan bank-bank digital lainnya yang bertumbuh pesat, seperti Nubank, Monzo, atau Revolut.

Hingga Juni lalu, Bank Ueno menyatakan menyatakan memiliki tiga juta nasabah dan mengelola dana publik sebesar US$ 850 juta, termasuk dana lembaga negara dan badan yang berkaitan dengan pensiun.

Ekspansi pesat Bank Ueno menjadikannya salah satu kisah sukses finansial paling menonjol di Paraguay. Namun beberapa bulan terakhir, bank ini berada di bawah pengawasan ketat regulator terkait dugaan pemberian pinjaman berlebih kepada perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan para pemegang saham pengendali, Grupo Vazquez.

Bank Sentral Paraguay pun melakukan intervensi setelah menetapkan Bank Ueno melanggar ketentuan minimum solvabilitas -- kemampuan perusahaan membayar utang karena jumlah aktiva melebihi utang tersebut.

Langkah tersebut memicu krisis yang menyebabkan jutaan nasabah untuk sementara waktu tidak dapat mengakses rekening mereka.

- Apa Kaitan Bank Ueno dengan Presiden Paraguay?

Presiden Pena yang seorang ekonom dan terpilih pada tahun 2023 lalu, menghadapi sorotan politik karena keterkaitan bisnis di masa lalu dengan Grup Vazquez. Dia mengakui bahwa dirinya merupakan pemegang saham Grupo Vazquez hingga Maret 2025, saat dia menjual kepemilikan sahamnya.

Bank Ueno menegaskan Presiden Pena tidak pernah memiliki hubungan langsung dengan bank tersebut, baik sebagai pemegang saham maupun investor.

Para anggota parlemen dari kubu oposisi menuduh Presiden Pena terlibat dalam konflik kepentingan, penyalahgunaan dana pensiun, dan upaya menutupi masalah di tingkat institusi. Tuduhan-tuduhan itu berulang kali ditepis oleh sang Presiden Paraguay.

Namun pada Kamis (5/11), otoritas kejaksaan Paraguay mengungkapkan bahwa Presiden Pena termasuk salah satu pihak yang diselidiki terkait kegagalan Bank Ueno, meskipun dia belum dipanggil untuk dimintai keterangan. Pekan ini, kejaksaan juga menerbitkan surat perintah penangkapan untuk delapan pejabat eksekutif Bank Ueno.

- Jutaan Nasabah Marah karena Tak Bisa Akses Rekening

Aksi protes mengguncang Asuncion, ibu kota Paraguay, pada Rabu (4/11) malam, untuk hari kedua berturut-turut.

"Kembalikan uang kami," teriak ratusan nasabah Bank Ueno yang marah, dengan beberapa di antaranya membawa poster yang menuntut pemakzulan Presiden Pena.

Sejumlah nasabah bahkan terlibat bentrokan dengan polisi, yang kemudian menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa.

Dalam upaya mengendalikan situasi, Presiden Pena pada Rabu (4/11) memberlakukan undang-undang yang mengharuskan pengembalian sebagian besar dana simpanan dalam waktu lima hari.

Namun sebanyak 35 anggota parlemen mengajukan mosi untuk memakzulkan Presiden Pena dan Wakil Presiden Pedro Alliana. Mereka menuduh sang presiden terlibat konflik kepentingan dan memberikan perlakuan istimewa kepada Bank Ueno melalui berbagai keputusan regulasi dan penempatan dana pensiun.

- Presiden Paraguay Umumkan Mundur Sebelum Dimakzulkan

Pada Kamis (5/11) pagi, Partai Colorado yang menaungi Presiden Pena berbalik melawannya dan mendukung proses pemakzulan. Majelis rendah parlemen Paraguay kemudian menggelar sidang untuk membahas mosi pemakzulan itu, namun tak lama setelah sidang dimulai, Presiden Pena mengumumkan mundur.

"Saya ingin meminta maaf kepada masyarakat jika pada satu momen saya telah mengecewakan. Tidak pernah ada niat dari saya untuk mengkhianati kepercayaan yang telah Anda berikan," kata Presiden Pena dalam pernyataan video yang diunggah ke media sosial X.

Beberapa menit kemudian, sebanyak 78 anggota parlemen secara bulat menyetujui mosi pemakzulan terhadap Presiden Pena.

- Bagaimana Rekening-rekening yang Tak Bisa Diakses Nasabah?

Bank Sentral Paraguay menegaskan pihaknya sedang berupaya mengalihkan rekening jutaan nasabah Bank Ueno ke sejumlah lembaga keuangan lainnya. Proses ini memicu tekanan di seluruh sistem perbankan dan menyebabkan gangguan pada sejumlah aplikasi perbankan.

Hingga kini, para nasabah masih belum dapat mengakses rekening mereka di Bank Ueno.

Di antara mereka yang tidak dapat mengakses rekeningnya, terdapat para pensiunan yang menerima tunjangan negara melalui Bank Ueno. Kondisi ini mendorong otoritas Paraguay untuk bertindak cepat dalam menjamin simpanan dan melindungi dana masyarakat.

Lantas, apakah kondisi ini dapat berdampak luas pada sistem keuangan Paraguay? Otoritas setempat menyatakan krisis ini terbatas pada Bank Ueno saja dan tidak mencerminkan kelemahan yang lebih luas dalam sistem perbankan Paraguay.

(nvc/dhn)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.