Jakarta -
Bola salju polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka semakin kencang dan membesar. Setelah umpan lambung dilepas oleh Mahkamah Konstitusi dalam putusannya beberapa waktu lalu, terbaru Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi Subhan tentang penyetaraan pendidikan SMA dari luar negeri milik Wapres Prabowo tersebut. MA menyatakan surat keterangan tersebut tidak sah dan batal demi hukum.
"Kabul kasasi. Batal putusan judex facti. Adili sendiri: kabul gugatan penggugat seluruhnya," demikian bunyi putusan nomor 742 K/TUN/2026 seperti dikutip dari situs resmi MA, Jumat (30/10).
Sejumlah pihak pun akhirnya merespons putusan MA tersebut. Golkar mengatakan akan menelisik lebih lanjut putusan itu. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Golkar yang juga anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia. Ia mengaku terkejut tentang putusan tersebut.
"Jujur saja, Putusan MA ini adalah sesuatu yang mengejutkan buat saya. Tidak sampai 3,5 minggu, setelah adanya Putusan MK, yang ternyata masih ada pro-kontra, khususnya soal keberadaan ijazah, tiba-tiba muncul Putusan MA yang menyatakan bahwa Surat Keterangan Penyetaraan Ijazah tidak sah," kata Doli, dikutip dari detikNews, Minggu (1/11/2026).
Lebih lanjut, Doli mengatakan jika putusan ini berimplikasi pada persoalan politik negara. Menurutnya, persoalan hukum dalam kasus ini sudah menuju final namun dampak politiknya sudah berada di level negara.
Hal senada juga diungkapkan oleh Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Ia mengatakan jika masalah ini sudah tidak lagi merupakan persoalan administratif semata. Dirinya juga menyebut jika nantinya masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya tentang hal ini. Hasto menuturkan jika aspirasi publik dapat disalurkan melalui partai politik maupun mekanisme politik dan konstitusional lainnya.
Masih menanggapi soal putusan MA, Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon secara tegas menyebut jik Gibran Rakabuming Raka sudah tidak lagi memenuhi syarat sebagai Wapres RI. Dirinya menyebut jika putusan MA sudah tegas dan terang-terangan menolak jika surat keterangan pendidikan SMA Gibran tidak bisa disetarakan dengan surat kelulusan setingkat SMA di Indonesia.
Mengutip detikNews, Jansen menilai pilihan Gibran kini hanya dua menyangkut jabatan wapres. Pilihan itu adalah Gibran mundur sebagai wapres dan dimundurkan atau dimakzulkan MPR-DPR.
"Karena sudah tidak lagi sah dan memenuhi syarat sebagai wapres, maka pilihannya saat ini menurut saya tinggal dua: Mas Gibran mundur dari jabatan Wapres secara terhormat, atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) c.q. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang 'memundurkan' beliau dengan mengaktifkan Pasal 7A UUD 1945," ucap Jansen, dikutip dari detikNews, Minggu (1/11).
Di DPR sendiri, persoalan ini sudah semakin meruncing tatkala dua Fraksi DPR, PKS dan PDIP, berdiskusi untuk menentukan langkah selanjutnya terkait masalah ini. Lalu apa saja perkembangan terbarunya? Simak diskusinya dalam detikSore!
Menuju Jawa Timur, detikSore akan mengulas kabar terbaru terkait banjir lahar dingin yang terjadi di Lumajang. Akibat hujan deras yang terjadi di kawasan puncak Semeru, beberapa wilayah yang berada di aliran sungai Besuk Kobokan. Hal serupa juga terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Glidik yang berada di sisi selatan Gunung Semeru. Tanggul sungai tersebut jebol akibat banjir lahar.
Bagaimana kabar terbarunya"? Simak laporan Jurnalis detikJatim selengkapnya.
Jelang matahari terbenam nanti, detikSore akan mengulas upaya mengenal dan menjaga keberadaan burung liar di tengah pesatnya pembangunan perkotaan Jakarta bersama komunitas Jakarta Birdwatchers Society.
Mereka mengajak masyarakat untuk menikmati sekaligus mengenal keanekaragaman burung yang masih dapat ditemukan di ruang-ruang terbuka Jakarta. Namun, di tengah ancaman alih fungsi lahan, berkurangnya ruang hijau, hingga perubahan habitat, bagaimana kondisi populasi burung di Jakarta saat ini? Lantas, seberapa penting peran masyarakat dalam menjaga kelestarian burung liar dan menciptakan kota yang lebih ramah bagi satwa? Simak ulasan selengkapnya bersama Jakarta Birdwatchers Society dalam segmen Sunsetalk.
Ikuti berita-berita terbaru dari detikcom dalam detikSore. detikSore nggak cuma hore-hore!
(vys/gub)