JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap modus pengoplosan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi beras premium. Pelaku diduga membongkar kemasan asli beras yang dibeli dari Perum Bulog, lalu memindahkannya ke karung lain sebelum dijual kembali.
"Jadi dia ini membeli, order ke Bulog, setelah diorder, dijualkan. Nah, yang membeli ini dibongkar bungkusannya, kemudian masukkan karung. Sebagian lompat menjadi premium, kemudian langsung sebagian dioplos baru dijual," ujar Amran dalam konferensi pers, Kamis (29/10/2026).
Mentan Amran mengatakan, pelaku menggunakan karung polos tanpa merek sebagai kemasan sementara. Namun, pemerintah masih mendalami praktik tersebut, termasuk jumlah beras yang dioplos diperkirakan mencapai 600 ton dan berpotensi lebih besar.