Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Miris! Suami di Banggai Sulteng Jajakan Istri Lewat MiChat Demi Bayar Utang

Polisi mengungkap kasus dugaan TPPO bermodus eksploitasi seksual di Kabupaten Banggai, Sulteng. Seorang pria berinisial RI (45) diduga tega menjajakan istrinya.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Miris! Suami di Banggai Sulteng Jajakan Istri Lewat MiChat Demi Bayar Utang
Foto: Detik

Jakarta -

Polisi mengungkap kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) bermodus eksploitasi seksual di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Seorang pria berinisial RI (45) diduga tega menjajakan istrinya sendiri, FH (28), melalui aplikasi MiChat demi mendapatkan uang untuk membayar utang.

Kasat Reskrim Polresta Banggai AKP Nur Arifin mengatakan, RI yang merupakan warga Kecamatan Toili Barat diduga menjalankan aksinya selama September hingga Oktober 2026. Praktik tersebut berlangsung di sebuah penginapan di Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai.

"Berdasarkan penyelidikan, dugaan TPPO ini terjadi sepanjang September hingga Oktober 2026 di sebuah penginapan di Kecamatan Toili, Banggai," ujar Nur Arifin dalam pernyataannya, Jumat (6/11/2026).

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari korban yang tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP-B/567/X/2026/SPKT Polresta Banggai/Polda Sulteng tertanggal 30 Oktober 2026. Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Tompotika Satreskrim Polresta Banggai kemudian menangkap RI di rumah keluarganya di Desa Sinorang, Kecamatan Batui Selatan, Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.

"Dalam menjalankan aksinya, RI berperan aktif sebagai perantara. Tersangka menggunakan akun aplikasi MiChat untuk mencari pria hidung belang, melakukan tawar-menawar harga dengan tarif dipatok sebesar Rp 600 ribu. RI mengantarkan istrinya sendiri ke penginapan untuk melayani para pelanggan tersebut," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, RI mengaku melakukan perbuatan tersebut karena terdesak kebutuhan untuk melunasi utang. Meski begitu, polisi menegaskan persoalan ekonomi tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan dugaan tindak pidana perdagangan orang dan eksploitasi seksual terhadap korban.

Baca selengkapnya di sini.

(amw/amw)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.