JawaPos.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyayangkan keputusan pemerintah dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang tetap memberikan izin penyelenggaraan konser penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli di Indonesia. Konser tersebut berlangsung di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (31/10) malam, meski banyak ditentang banyak pihak.
Menurut Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, keputusan tersebut tidak sejalan dengan komitmen yang sebelumnya disampaikan pemerintah kepada MUI.
Padahal, Sekretaris Kementerian Pariwisata RI Bayu Aji sebelumnya telah menyatakan komitmen untuk menghormati dan mengikuti sepenuhnya keputusan serta arahan MUI terkait penyelenggaraan konser Andrea Bocelli.
"Saya sangat menyesalkan keputusan pemerintah yang ternyata tidak 'tegak lurus' (istilah yang disebut pejabat Kementerian Pariwisata usai pertemuan dengan MUI) dengan sikap dan pernyataan resmi MUI serta aspirasi masyarakat," kata Sudarnoto kepada wartawan, Minggu (1/11).
Sudarnoto menjelaskan, MUI sebelumnya telah menyampaikan sejumlah masukan dan pesan resmi kepada pemerintah mengenai rekam jejak Andrea Bocelli. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keterlibatan penyanyi asal Italia tersebut dalam acara penggalangan dana untuk tentara Israel atau Israel Defense Forces (IDF) pada 2010.
Dia menyebut, informasi tersebut bersumber dari kelompok Zionis di Amerika Serikat. Menurut Sudarnoto, IDF merupakan pihak yang bertanggung jawab atas berbagai tindakan kekerasan dan kejahatan kemanusiaan terhadap rakyat Palestina.
"Dia menyebut Tentara Israel (IDF) dengan sangat nyata adalah pelaku kejahatan yang sangat brutal dan sadis, yaitu genosida yang berlangsung sampai hari ini," ujarnya.
Sudarnoto menegaskan, keberatan MUI bukan berkaitan dengan karya musik maupun identitas pribadi Andrea Bocelli. Namun, dia mempersoalkan keputusan Bocelli yang bersedia tampil dalam kegiatan penggalangan dana untuk organisasi pendukung tentara Israel.
“Bocelli memang bukan zionis dan lirik-lirik lagunya bagus, melainkan tindakannya tampil bernyanyi di acara penggalangan dana IDF membuktikan dukungannya kepada mesin pembunuh zionis," ujar Sudarnoto.